SAMPIT – Menjelang perayaan tahun baru 2026, Ditpolairud Polda Kalteng meningkatkan pengawasan terhadap transportasi air tradisional.
Mengingat lonjakan arus mudik yang mulai terasa, keselamatan penumpang menjadi fokus utama petugas di lapangan.
Personel Ditpolairud yang dipimpin oleh Bripka Bledug Purbaya dan Bharatu Prayogi melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kapal feri penyeberangan tradisional yang beroperasi di wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kelengkapan navigasi dan alat keselamatan. Fokus utama pemeriksaan meliputi:
1. Kapasitas Penumpang: Memastikan jumlah penumpang tidak melebihi manifes atau sertifikat yang dipersyaratkan.
2. Alat Keselamatan: Ketersediaan life jacket (pelampung) yang memadai dan layak pakai.
3. Kondisi Kapal: Kelayakan teknis kapal feri untuk beroperasi di arus sungai.
“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan antisipasi dini. Kami tidak ingin ada insiden kecelakaan air hanya karena kelalaian dalam menyediakan alat keselamatan atau muatan yang berlebihan,” ujar Bripka Bledug Purbaya.
Terpisah, Direktur Ditpolairud Polda Kalteng Kombes Pol Dony Eka Putra, memberikan instruksi tegas kepada para pemilik jasa transportasi air. Ia menekankan bahwa akses transportasi sungai masih menjadi urat nadi masyarakat Kalteng, sehingga faktor keamanan tidak boleh diabaikan.
“Kami meminta seluruh pemilik kapal feri untuk memprioritaskan keselamatan penumpang. Sediakan alat keselamatan sesuai kapasitas dan jangan sekali-kali memaksakan muatan berlebih (overload),” tegas Kombes Pol. Dony Eka Putra.
Ia menambahkan bahwa faktor utama kecelakaan di air seringkali dipicu oleh keserakahan operator yang membawa muatan di luar batas kemampuan kapal.
“Semua harus sesuai aturan. Keselamatan adalah prioritas utama yang tidak bisa ditawar-tawar,” tandasnya.(im/bs)












