PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran serta menurunnya postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tidak melemahkan komitmen pemerintah daerah.
Sebaliknya, kondisi tersebut justru menjadi pemicu semangat untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat Rilis Penyelenggaraan Pemerintahan di Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu, 31 Desember 2025.
Dalam sambutannya, Gubernur mengungkapkan bahwa APBD Murni Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2025 masih berada di kisaran Rp10,2 triliun. Namun, pada Tahun Anggaran 2026, postur anggaran mengalami penurunan signifikan hingga berada di angka Rp5,3 triliun.
“Kemarin APBD murni kita 2025 masih di kisaran Rp10,2 triliun. Sekarang APBD Tahun 2026 postur anggaran kembali menyusut hingga berada di angka Rp5,3 triliun,” ujar Agustiar Sabran.
Menurutnya, penurunan anggaran tersebut merupakan tantangan besar yang harus dihadapi dengan sikap bijak dan penuh tanggung jawab.
Pemerintah daerah dituntut untuk lebih cermat dalam menyusun prioritas pembangunan serta memastikan setiap rupiah anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini tantangan, justru ini menjadi semangat kami. Kami harus bijak, bagaimana kami mengatasinya? Dengan berkolaborasi,” tegasnya.
Agustiar menilai, kondisi keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Sebaliknya, efisiensi anggaran harus mendorong pemerintah untuk bekerja lebih kreatif, inovatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia juga membandingkan kondisi fiskal saat ini dengan periode sebelumnya, sekaligus menyoroti perubahan kondisi ekonomi masyarakat akibat inflasi, terutama pada harga kebutuhan pokok yang terus meningkat.
“Kalau dulu harga beras masih di kisaran Rp8 ribu sampai Rp10 ribu per kilogram, sekarang sudah belasan ribu. Ini tentu menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Dengan situasi tersebut, Gubernur menegaskan bahwa dirinya bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah pusat, kabupaten/kota, maupun elemen masyarakat.
Ia berharap semangat melayani masyarakat tetap menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan dan program pembangunan, meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
“Kolaborasi untuk membangun Kalimantan Tengah menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, Kalteng Sejahtera, menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
(Sya'ban)












