PALANGKA RAYA – Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus meningkatkan keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi pelajar. Salah satu langkah konkret yang telah direalisasikan adalah pemasangan pelican crossing di depan SMP Negeri 2 Palangka Raya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Kota Palangka Raya, Hadi Suwandoyo, mengatakan fasilitas tersebut dipasang sebagai upaya mengantisipasi kepadatan lalu lintas sekaligus menjamin keamanan anak-anak sekolah saat menyeberang jalan, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.
“Di depan SMPN 2 ini lalu lintas cukup padat pada jam-jam tertentu. Banyak kendaraan mengantri, sementara anak-anak harus menyeberang jalan. Karena itu kami pasang pelican crossing untuk membantu mereka menyeberang dengan aman,” ucapnya, Rabu 31 Desember 2025.
Pelican crossing tersebut dilengkapi dengan tombol yang dapat ditekan pejalan kaki. Saat diaktifkan, lampu lalu lintas akan berubah menjadi merah sehingga kendaraan wajib berhenti dan memberi kesempatan pelajar untuk menyeberang.
“Konsepnya sama seperti yang ada di Bundaran Besar. Ketika tombol ditekan, lampu merah akan menyala dan seluruh kendaraan harus berhenti. Sudah dilengkapi juga dengan rambu-rambu penyeberangan,” tambahnya.
Selain itu, pengaturan arus lalu lintas di kawasan tersebut juga telah disesuaikan. Pengendara tidak lagi harus memotong jalur di sisi kiri, melainkan dapat memanfaatkan putaran di sisi kanan untuk mengurangi potensi konflik lalu lintas.
“Pemasangan pelican crossing di SMPN 2 merupakan bagian dari prioritas program Pemerintah Kota Palangka Raya yang sejalan dengan visi dan misi Wali Kota, yakni menciptakan rasa aman, nyaman, dan tertib bagi masyarakat, khususnya generasi muda,” lanjutnya.
Ini bagian dari komitmen pemerintah kota dalam memberikan jalur dan fasilitas yang aman bagi anak-anak sekolah, Ke depan, Dishub Palangka Raya berencana menambah fasilitas serupa di Jalan Ahmad Yani, tepatnya di kawasan yang menjadi titik kumpul beberapa sekolah seperti SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, dan SMA Negeri 3 Palangka Raya, serta sejumlah sekolah dasar di sekitarnya.
“Rencananya ke arah sana, karena di kawasan itu banyak sekolah dan aktivitas pelajar. Namun tentu pelaksanaannya menyesuaikan dengan kondisi anggaran, apalagi saat ini terjadi pemangkasan anggaran secara nasional,” ungkapnya. (yud)












