PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S. Ampung, membeberkan penyebab rendahnya realisasi belanja APBD tahun anggaran 2025. Hal ini menyusul masuknya Kalteng dalam daftar 10 provinsi dengan realisasi belanja terendah secara nasional.
Berdasarkan data Rapat Evaluasi Realisasi APBD Tahun 2025 yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu, 24 Desember 2025, Kalteng berada dalam deretan rapor merah bersama Papua Tengah, Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Papua Selatan, Kalimantan Utara, DKI Jakarta, Papua Barat, dan Jambi.
Leo menjelaskan bahwa kendala utama serapan anggaran bukan pada teknis pelaksanaan, melainkan pada sisi pendapatan daerah yang belum mencapai target akibat terhambatnya penyaluran dana dari pemerintah pusat.
“Itu karena pendapatan kita enggak tercapai. kalau duit kita enggak ada, kaya apa mau membayar. Itu prinsipnya gitu, karena duit kita enggak tercapai. Nah sehingga ada beberapa yang tidak bisa kita bayar,” ujar Leo saat diwawancarai usai menghadiri kegiatan di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.
Salah satu dampak signifikan dari kondisi tersebut kata Leo pemerintah provinsi belum bisa menyalurkan Dana Bagi Hasil (DBH) kepada pemerintah kabupaten dan kota di Kalteng.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat masih menunggak penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang merupakan hak Provinsi Kalteng senilai Rp600 miliar selama kurun waktu tahun 2024-2025.
“Dana tranfer ke daerah itu belum masuk ke kita. Itu hak kita yang belum dibayar pusat sekitar 600 miliar akumulasi dari tahun 2024-2025. Mudah-mudahan itu terbayarlah lumayan untuk membayar DBH,” jelasnya.
Terkait langkah penyelesaian, Leo mengaku Pemerintah Provinsi telah melakukan komunikasi intensif dengan kementerian terkait. Ia berharap pemerintah pusat dapat segera dicairkan dana tersebut agar bisa digunakan untuk menutupi kewajiban daerah, termasuk penyaluran DBH kabupaten/kota.
“Kita menunggu SK-nya aja, sudah di komunikasikan segala macam,” pungkasnya.
(Syauqi)












