PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) berkomitmen mengoptimalkan pendapatan daerah pada tahun 2026 dengan memaksimalkan potensi sektor 3P, yakni Perhutanan, Perkebunan, dan Pertambangan.
Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, menegaskan bahwa optimalisasi pendapatan daerah menjadi salah satu fokus utama pemerintahannya bersama Wakil Gubernur H. Edy Pratowo.
“Tentunya kami selaku Pemprov Kalteng dalam rangka mengoptimalkan pendapatan daerah, saya bersama Edy Pratowo ingin memastikan sumber daya alam yang ada ini untuk semua orang, khususnya masyarakat Kalteng,” ujar Agustiar saat jumpa pers di Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.
Menurut Agustiar, sektor 3P memiliki potensi besar untuk mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD) apabila dikelola secara optimal, transparan, dan berkelanjutan.
“Di sektor 3P, yaitu Perhutanan, Perkebunan, dan Pertambangan, nanti bakal kita kejar untuk pendapatan daerah,” jelasnya.
Meski berfokus pada peningkatan pendapatan, Agustiar menegaskan bahwa aspek lingkungan tetap menjadi perhatian utama Pemprov Kalteng.
Pengawasan ketat akan dilakukan agar seluruh aktivitas ekonomi berjalan sesuai regulasi dan tidak merusak lingkungan.
“Nanti kami bakal bekerja untuk mengoptimalkan pendapatan daerahnya, dan yang menyangkut aspek lingkungan bakal kami awasi juga,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap seluruh sektor, khususnya sektor pertambangan yang selama ini menjadi salah satu penyumbang utama pendapatan daerah namun memiliki potensi dampak terhadap lingkungan.
“Tentunya evaluasi semua, terutama di sektor pertambangan,” pungkasnya.
(Sya'ban)












