PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperjuangkan pembangunan Bendungan Muara Juloi yang berlokasi di Kabupaten Murung Raya.
Proyek strategis tersebut dinilai memiliki manfaat besar, terutama untuk pengendalian banjir dan mendukung sektor pertanian di wilayah hilir.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat Rilis Penyelenggaraan Pemerintahan di Kalimantan Tengah Tahun 2025 yang digelar di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu, 31 Desember 2025.
“Kita sedang perjuangkan Bendungan Muara Juloi,” ujar Gubernur Agustiar Sabran.
Menurut Gubernur, apabila bendungan tersebut dapat direalisasikan, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Murung Raya, tetapi juga wilayah lain di Kalimantan Tengah, khususnya daerah yang selama ini rawan banjir.
“Kalau itu terbangun, ini salah satu untuk membantu mengatasi banjir, juga membantu pertanian yang ada di sekitar, khususnya di Kuala Kapuas,” jelasnya.
Gubernur menegaskan bahwa Pemprov Kalteng terus mendorong dukungan dari pemerintah pusat agar pembangunan Bendungan Muara Juloi dapat segera direalisasikan.
“Kita terus mendorong pemerintah pusat dan DPR RI untuk merealisasikan pembangunan bendungan ini,” tegasnya.
Bendungan Muara Juloi merupakan proyek bendungan multifungsi yang diusulkan di Kabupaten Murung Raya.
Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, bendungan ini juga dirancang untuk mendukung irigasi pertanian, penyediaan air baku, potensi pembangkit listrik tenaga air (PLTA), serta pengembangan sektor pariwisata.
Saat ini, pembangunan Bendungan Muara Juloi masih berada pada tahap perencanaan awal dan sangat bergantung pada kepastian pendanaan serta kebijakan dari pemerintah pusat.
Pemprov Kalteng berharap proyek strategis ini dapat masuk dalam prioritas nasional, mengingat besarnya dampak positif bagi pengendalian banjir dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
(Sya'ban)












