PALANGKA RAYA – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan program pemantauan harga kebutuhan pokok di pasar serta pelaksanaan pasar murah akan terus dijalankan sebagai bentuk dukungan terhadap visi dan misi Gubernur Kalteng.
Kepala Disperindag Provinsi Kalimantan Tengah, Norhani, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen melanjutkan seluruh program yang telah berjalan, termasuk langkah-langkah pengendalian harga di pasar.
“Pasti kita melanjutkan program-program yang ada. Kita juga tetap mendukung program dari visi-misi Pak Gubernur Kalteng. Kita tetap melakukan pemantauan harga di pasar, dan pasar murah terus kita laksanakan,” ujarnya saat ditemui awak media di Kantor DPRD Provinsi Kalteng, Senin, 5 Januari 2026.
Menurut Norhani, pemantauan harga menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat. Melalui pasar murah, pemerintah daerah berupaya membantu masyarakat memperoleh bahan kebutuhan dengan harga yang terjangkau.
Selain fokus pada stabilisasi harga, Disperindag Kalteng juga tetap menjalankan program peningkatan Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai bagian dari kebijakan pembangunan ekonomi daerah.
“Peningkatan IKM juga menjadi atensi kita, karena IKM Berkah merupakan visi misi Pak Gubernur,” katanya.
Ia menyampaikan bahwa Disperindag akan terus mengombinasikan program pengendalian harga dengan penguatan sektor industri, khususnya IKM, melalui berbagai kegiatan pendukung seperti sosialisasi dan pelatihan.
Disperindag Kalteng juga tengah menghimpun produk-produk unggulan dari kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah yang nantinya akan ditetapkan secara resmi sebagai produk unggulan daerah.
“Ada sektor produk-produk unggulan dari Kalteng yang sedang kita himpun dari kabupaten dan kota. Nantinya akan dijadikan satu kesatuan dan ditetapkan melalui SK Gubernur,” jelas Norhani.
Ia menambahkan, sejumlah produk lokal Kalteng mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI saat melakukan reses dan kunjungan kerja. Produk-produk tersebut dinilai memiliki potensi dan daya saing.
“Hasil reses dari kunjungan kerja Komisi VII DPR RI, mereka sangat antusias dan mengapresiasi bagaimana produk-produk lokal Kalteng bisa bersaing,” ungkapnya.
Norhani menyebutkan beberapa produk unggulan yang menjadi perhatian, seperti rotan, tenun Kalteng, serta produk herbal khas daerah, termasuk bawang dayak.
“Rotan dari Katingan itu masih bahan mentah, kemudian dianyam menjadi tikar, dan yang original seperti ini sangat diminati oleh mancanegara. Selain itu, tenun Kalteng dan herbal seperti bawang dayak juga diminati,” katanya.
Ke depan, Disperindag Kalteng juga menyiapkan pemenuhan perizinan sebagai bagian dari dukungan agar pelaku IKM dapat berkembang dan menembus pasar yang lebih luas.
“Untuk IKM bisa ekspor, nanti kita akan memenuhi perizinan-perizinan yang ada terlebih dahulu. Ini yang sedang kita persiapkan,” pungkas Norhani.
(Sya'ban)












