PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) serius mengawal proses pemekaran Desa Persiapan Pangkalan Lada di Kabupaten Kotawaringin Barat. Pasalnya, masyarakat setempat telah menunggu selama lima tahun agar desa tersebut disahkan menjadi desa definitif oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Aspirasi ini dihimpun oleh Tim Reses DPRD Kalteng Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara. Juru bicara tim reses, Okki, mengungkapkan bahwa seluruh persyaratan administrasi sebenarnya telah terpenuhi.
“Persiapan desa untuk menjadi desa difinitif sudah hampir 5 tahun belum terbit
SK Mendagri, persyaratan sudah semuanya dipenuhi,” ujar Okki dalam rapat paripurna baru-baru ini.
Okki melanjutkan, berdasarkan informasi dari Pj Kades telah dilakukan pertemuan dangan Dinas PMD Provinsi untuk ekspose terkait dengan persyaratan dan dinyatakan lengkap. Ia meminta Pemprov Kalteng segera melakukan konsultasi intensif ke Kemendagri.
“Menyarankan agar Pihak Provinsi segera mengkonsultasikan ke Mendagri dengan mengajak OPD terkait di Kabupaten termasuk dari DPRD kabupaten agar bisa menyertainya,” tambahnya.
Menurut Okki, keterlambatan status definitif ini menghambat pembangunan desa karena belum adanya kucuran Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD). Kondisi ini juga dinilai membebani desa induk yang harus menanggung biaya operasional desa persiapan.
“(Pemerintah desa) meminta dukungan untuk percepatan pemekaran Desa Persiapan Pangkalan Lada agar menjadi desa difinitif serta meminta bantuan untuk biaya operasioDesa Pemekaran Desa Persiapan Pangkalan Lada,” ungkapnya.
Selain masalah pemekaran, masyarakat mengusulkan bantuan dana hibah untuk rehap Masjid Baitul Mutaqin, Masjid An-Nur, Masjid Baitul Makmur dan Masjid Miftahul Khoir.
Selain itu masyarakat mengusulkan bantuan sapi kelompok tani Margo Mulyo, Sido Dadi, Karya Tunggal B, Harapan, Tunggal Jaya serta Bantuan Sumur Bor pondok Pesantren Assuhada.
Selain itu, masyarakat mengusulkan peningkatan jalan usaha tani Bantul Baru, Karya Tunggal A, Karya Tunggal B serta peningkatan jalan desa dari RT 1 sampai RT 15. Masyarakat juga mengusulkan bantuan kendaraan pengangkut sampah roda 3 untuk Karang Taruna Mekar Jaya.
“Bantuan sapras petemakan mesin coper, seling listrik dan kendaraan roda 3 untuk kelompok peternak sapi Peningkatan Jalan Usaha Tani Margo Mulyo,” pangkas Okki.
(Syauqi)












