PALANGKA RAYA – Kelangkaan gas Elpiji 3 kg menjadi persoalan krusial yang dikeluhkan masyarakat Desa Sungai Melawen, Kecamatan Pangkalan Lada, kepada jajaran DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng).
Aspirasi ini diserap saat tim Reses DPRD Kalteng Daerah Pemilihan (Dapil) III melakukan kunjungan ke wilayah Kotawaringin Barat, Lamandau, dan Sukamara, baru-baru ini.
Juru bicara tim reses Dapil III, Okki Maulana, mengungkapkan bahwa selain persoalan energi, warga juga mengharapkan dukungan pemerintah di sektor pertanian, infrastruktur, hingga sarana ibadah.
“Penambahan Gardu Listrik untuk masyarakat Desa Sungai Melawen dan Penanganan kelangkaan LPG 3 Kg,” ujar Okki saat membacakan hasil reses dalam rapat paripurna di gedung DPRD Kalteng, baru-baru ini.
Dalam laporannya, Okki merinci sejumlah usulan masyarakat Desa Sungai Melawen, di antaranya permohonan bantuan hidroponik untuk KWT Subur Jaya, pengadaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) untuk Gapoktan, serta pembuatan sumur bor bagi petani cabai.
“Peningkatan Jalan Agro Tani Desa Sungai Melawan arah ke Simpang Runtu dan Pembuatan Sumur Bor untuk petani cabai,” tambahnya.
Di sektor infrastruktur, warga meminta pengaspalan jalan yang rusak parah dari arah Sungai Melawen menuju Simpang Runtu sepanjang 200 meter, peningkatan jalan desa dari Dusun I hingga Dusun III, serta pembangunan drainase.
Selain itu, terdapat usulan bantuan hibah untuk pembangunan Masjid Nurul Huda, alat kesenian Barongsai, dan bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH).
Tak hanya di Sungai Melawen, aspirasi serupa juga diserap dari Desa Makarti Jaya, Kecamatan Pangkalan Lada. Masyarakat setempat mengharapkan bantuan dana hibah untuk renovasi Mushola Babutt Taqwa Al-Muhajirin.
Di bidang peternakan dan perikanan, warga Desa Makarti Jaya mengusulkan bantuan bibit sapi, kambing, bebek, hingga bibit ikan lele beserta pakan. Termasuk pengadaan alat pencacah (chopper) pakan sapi dan pembuatan kolam bundar guna menunjang produktivitas kelompok tani setempat.
(Syauqi)












