DBH Sawit Kotim Turun Drastis, 2026 Diperkirakan Tinggal Rp9 Miliar

NARDI/BERITASAMPIT - Ilustrasi buah sawit.

SAMPIT – Dana Bagi Hasil (DBH) sawit yang diterima (Kotim) kembali mengalami penurunan tajam. Berdasarkan informasi terbaru dari Kementerian Keuangan, alokasi DBH sawit untuk Kotim pada 2026 diperkirakan hanya sekitar Rp9 miliar, jauh menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Jika ditelusuri dalam beberapa tahun terakhir, Kotim pertama kali menerima DBH sawit pada 2023 dengan nilai cukup besar, yakni Rp46 miliar. Namun pada 2024 jumlah tersebut menyusut menjadi Rp41 miliar. Tren penurunan berlanjut pada 2025 dengan alokasi sekitar Rp16,6 miliar, sebelum akhirnya kembali turun drastis pada 2026.

Pemerintah Kabupaten Kotim memastikan tetap mengikuti seluruh ketentuan pemerintah pusat terkait mekanisme Dana Bagi Hasil. Penurunan DBH sawit tersebut dipastikan berdampak pada pelaksanaan sejumlah program pembangunan daerah, khususnya sektor infrastruktur yang selama ini banyak didukung oleh dana tersebut.

Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kotim Ramadansyah menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak memiliki ruang untuk menyimpang dari regulasi yang telah ditetapkan. 

“Sikap pemerintah daerah sudah jelas, kami mengikuti aturan sesuai Peraturan Menteri Keuangan yang sudah ditetapkan,” ujarnya, Rabu 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan, DBH sawit selama ini menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi pembangunan infrastruktur. Semakin besar dana yang diterima, maka semakin luas pula program pembangunan yang dapat direalisasikan. 

Sebaliknya, ketika alokasinya menurun, maka jumlah kegiatan yang bersumber dari DBH sawit juga ikut berkurang.

Kondisi ini dinilai cukup disayangkan, mengingat proses panjang dan perjuangan pemerintah daerah untuk memperoleh porsi bagi hasil dari sektor sawit agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh daerah penghasil.

Meski demikian, Ramadansyah memastikan penurunan DBH sawit tidak akan mengganggu belanja wajib pemerintah daerah. “Kami pastikan gaji pegawai dan layanan publik tetap aman dan tidak terdampak oleh penurunan DBH sawit ini,” tegasnya. (nardi)

baca juga ...  Usai Ditemukan, Bripda MF Akan di Proses Polres Kotim
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!