PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menyatakan sikapnya terkait wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) melalui DPRD. Ia mengaku secara pribadi tetap mendukung sistem pemilihan langsung oleh masyarakat, meski sebagai kader partai ia harus patuh pada instruksi pusat.
Pernyataan ini disampaikan Junaidi saat menemui massa aksi dari Aliansi Masyarakat Kalteng Peduli Demokrasi yang menggelar demonstrasi menolak wacana Pilkada lewat DPRD di depan Kantor DPRD Kalteng, Rabu, 14 Januari 2026.
“Kemudian yang sedang rame-ramenya ada Pimpinan pusat (parpol) yang mendukung Pilkada lewat DPRD ada juga wacana yang mendukung pemilihan nya lewat masyarakat,” ujar Junaidi di hadapan massa aksi.
Junaidi mengenang kembali perjuangannya saat menjadi aktivis pada reformasi 1998. Menurutnya, semangat desentralisasi yang diperjuangkan kala itu seharusnya mencakup segala lini, termasuk mekanisme pemilihan pemimpin.
“Kalau saya secara pribadi sebagai mana dulu kami demo tahun 1998, apa yang kita perjuangan waktu itu kita demo menginginkan ada perubahan sistem dari sentralisasi ke desentralisasi. apakah menyangkut politik apakah menyangkut pengelolaan SDM termasuk mryangkut dwi fungsi,” tuturnya.
Ia menilai, meski gerakan reformasi telah sukses, dinamika politik saat ini menunjukkan adanya pergeseran arah yang mulai kembali ke sistem lama, meski masih dalam taraf wacana. Oleh karena itu, ia sepakat agar aspirasi masyarakat yang menolak Pilkada lewat DPRD disampaikan ke pemerintah pusat.
“Makanya kalau saya secara pribadi sangat bersepakat aspirasi yang berkembang ini kita sampaikan ke pusat,” tambahnya.
Meski demikian, Junaidi memberikan catatan mengenai posisinya sebagai pengurus partai Demokrat. Ia meminta massa memahami bahwa sebagai pengurus, ia terikat pada keputusan organisasi.
“Namun mohon di maklumi oleh adik-adik mahasiswa, seandainya nanti partai saya berkeputusan lain karena saya masih sekretaris partai, suka tidak suka, saya sebagai pengurus partai nantinya terpaksa manut dengan keputusan partai,” jelas Junaidi.
Ia menegaskan bahwa secara prinsipil, dirinya tidak ingin semangat reformasi luntur. “Walaupun secara pribadi roh 98 saya tetap berkeinginan desentralisasi untuk semua lini, perekonomian maupun politik,” pungkasnya.
(Syauqi)












