SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh perangkat daerah, instansi vertikal, perbankan, BUMN, BUMD, serta mitra pembangunan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pembinaan, pendampingan, serta perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM, sekaligus mendukung pelestarian budaya daerah.
Ajakan itu disampaikan Pemkab Kotim melalui Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Setda Kotim Rafiq Riswandi, dalam penutupan Sampit Expo Rabu 14 Januari 2026, Gelora Kriya Dekranasda Kotim, serta Festival Budaya Habaring Hurung yang digelar di Stadion 29 Nopember Sampit.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah ingin memastikan arah pembangunan di Kotim tidak hanya terfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga menyentuh penguatan ekonomi rakyat, pelestarian nilai-nilai budaya, serta kebersamaan sosial di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Pemkab menegaskan komitmen bahwa pembangunan daerah dilakukan secara menyeluruh. “Tidak hanya pembangunan fisik, tetapi juga pemberdayaan ekonomi rakyat dan penguatan nilai budaya,” ujar Rafiq.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam suksesnya kegiatan, mulai dari panitia penyelenggara, Dekranasda Kotim, pelaku UMKM, seniman dan budayawan, komunitas kreatif, sponsor, hingga seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kegiatan berjalan lancar, tertib, dan meriah.
Menurutnya, Sampit Expo dan rangkaian kegiatan pendukung tidak hanya menjadi ajang promosi produk unggulan dan kriya lokal, tetapi juga ruang ekspresi budaya yang mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif di Kotim.
Ia berharap ke depan Sampit Expo, Gelora Kriya Dekranasda, dan Festival Budaya Habaring Hurung dapat terus ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya dan menjadi agenda tahunan unggulan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kotim. (nardi)












