Hampir Separuh Anggaran Dinkes Kalteng 2026 Difokuskan untuk Jaminan

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Sekretaris Dinas Provinsi , Rainer Danny P. Mamahit, saat diwawancarai awak media di Kantor DPRD Provinsi Kalteng, , Rabu, 14 Januari 2026.

– Di tengah penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi (Kalteng) tahun 2026, Dinas Kalteng memastikan jaminan masyarakat tetap menjadi prioritas utama penganggaran.

APBD Kalteng tahun 2026 tercatat sekitar Rp5,4 triliun atau turun 34,71 persen dibandingkan tahun 2025 yang mencapai Rp8,3 triliun. Meski mengalami penurunan, Dinas menegaskan tidak ada pengurangan anggaran yang berdampak luas kepada masyarakat.

Sekretaris Dinas Provinsi Kalteng, Rainer Danny P. Mamahit, mengatakan hampir separuh anggaran Dinas dialokasikan untuk jaminan sebagai bagian dari pengintegrasian program Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) dengan layanan berbasis BPJS.

“Nah kalau kita dalam pengintegrasian (KHBS) yakni layanan berbasis BPJS, jadi kita masih menganggarkan itu hampir separo anggaran kita untuk Dinas itu untuk jaminan ,” ujarnya saat ditemui di Kantor DPRD Provinsi Kalteng, , Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menjelaskan, selain jaminan , sisa anggaran digunakan untuk penguatan sejumlah program lainnya, seperti penanggulangan tuberkulosis (TBC), penurunan angka kematian ibu, penurunan angka kematian bayi, serta pemerataan jumlah tenaga medis dan tenaga .

“Nah selebihnya paling untuk penguatan program seperti penanggulangan TBC, lalu penurunan angka kematian ibu, angka kematian bayi, beserta pemerataan jumlah tenaga medis dan ,” katanya.

Dinas Kalteng juga tetap melanjutkan program rumah sakit rujukan KJSU yang meliputi kanker, jantung, stroke, dan uronefrologi.

“Beberapa hal lainnya kita masih ada terkait dengan rumah sakit sebagai rujukan KJSU, paling itu saja program dari Dinas ,” lanjutnya.

Rainer menegaskan, secara prinsip tidak ada anggaran pelayanan yang dikurangi hingga berdampak luas kepada masyarakat, meskipun APBD mengalami penurunan.

“Secara prinsip tidak ada anggaran yang terdampak luas ke masyarakat yang kita kurangi itu,” tegasnya.

Selain itu, dukungan terhadap program Cek Gratis (CKG) juga tetap diberikan oleh pemerintah provinsi meskipun pelaksanaannya berada di tingkat kabupaten dan kota.

“CKG pun masih kita support. Walaupun CKG ini ranahnya di kabupaten/kota, tetapi saat ada kunjungan kerja dari Pak Gubernur, kita provinsi hadir untuk menjadi stimulan kabupaten/kota untuk mencapai targetnya,” pungkas Rainer.

(Sya'ban)

baca juga ...  Dislutkan Kalteng Sambut Kedatangan Gubernur dan Wakil Gubernur
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!