Gass Poll! Trio Politisi Dapil V Dorong Perbaikan Jalan Rusak Parah di Utara Kotim Hingga Tuntas

IST/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Dapil V Andi Lala, M Abadi dan Hendra Sia bersama instansi terkait meninjau perbaikan jalan Mentaya Hulu.

SAMPIT – Upaya percepatan perbaikan jalan rusak parah di wilayah utara Kabupaten Timur (Kotim) terus dikebut. Tiga anggota DPRD Kotim daerah pemilihan (Dapil) V, yakni Andi Lala, Muhammad Abadi, dan Hendra Sia, turun langsung mengawal penanganan jalan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.

Perkembangan terbaru di lapangan, Kamis 15 Januari 2026 PT IPK kembali menurunkan dua unit dump truk (DT) untuk memaksimalkan pekerjaan perbaikan jalan di ruas Tanjung Bawan–Kuala Kuayan.

Selain itu, alat berat milik perusahaan tersebut disiagakan di Tanjung hingga proses perbaikan benar-benar rampung.

Andi Lala menjelaskan, strategi perbaikan dilakukan secara bertahap. Jalur atas menjadi prioritas awal sebelum alat berat dipindahkan ke jalur bawah.

Menurutnya, skema ini disepakati agar mobilitas warga tetap bisa berjalan selama proses perbaikan berlangsung, dan harapannya tidak ada keluhan masyarakat.

“Kita perbaiki jalur atas dulu. Kalau sudah selesai, baru alat dipindahkan ke jalur bawah. Untuk jangka pendek, perbaikan dibantu oleh perusahaan besar swasta (PBS) di sekitar,” kata Andi Lala.

Hasil sementara menunjukkan progres yang cukup signifikan. Andi Lala menyebut, sekitar 80 persen jalur atas kini sudah mulus dan dapat dilalui dengan lancar.

Jalur tersebut berstatus jalan provinsi, sementara jalur bawah merupakan jalan kabupaten. Dari itu mereka akan kawal hingga tuntas karena ini menyangkut kebutuhan masyarakat.

“Kondisi perbaikan berjalan lancar, sekitar 80 persen sudah mulus dan bisa dipakai. Semua kami monitor dan pantau langsung,” ujarnya.

Untuk memperkuat koordinasi, ketiga wakil rakyat Dapil V itu membentuk grup WhatsApp yang melibatkan pihak kecamatan, kelurahan, , perusahaan, serta perwakilan warga. Forum tersebut digunakan sebagai sarana koordinasi harian terkait progres dan kebutuhan di lapangan.

“Kami bentuk grup koordinasi dengan kecamatan, lurah, , PBS, dan warga. Di situ semua berkoordinasi. Terima kasih kepada kecamatan, kelurahan, dan PBS yang luar biasa siap membantu sesuai kesepakatan rapat,” ungkap politisi Gerindra ini.

baca juga ...  Dinilai Tak Etis! DPRD Kalteng Kecam THM di Palangka Raya yang Beri Diskon Khusus untuk Mahasiswa

Ia menambahkan, dari total 17 titik kerusakan yang tergolong sangat parah, seluruhnya kini sudah masuk tahap perbaikan. Bahkan, dukungan alat berat terus bertambah, termasuk satu unit vibro yang diturunkan PT DSN.

Sementara itu, Muhammad Abadi dan Hendra Sia menegaskan komitmen mereka untuk terus mengawal perbaikan hingga tuntas. Dijadwalkan, pada Jumat besok, PT IPK kembali memaksimalkan pekerjaan dengan dukungan dua unit DT tambahan, sementara alat berat tetap disiagakan di lokasi sampai pekerjaan selesai.

“Ini komitmen kami bersama. Jalan ini akses vital masyarakat, jadi perbaikannya harus benar-benar tuntas dan bisa dinikmati warga, sementara untuk jangka panjang sudah dianggarkan dinas terkait Rp800 juta tahun ini,” tegas Abadi.

Sementara itu, sebelumnya kerusakan jalan penghubung Tanjung Jariangau hingga Kelurahan Kuala Kuayan juga disoroti pemerintah . Kepala Bawan, Wawas Setiawan Marang, menilai ruas jalan tersebut harus menjadi prioritas pembangunan kabupaten.

“Perlu atensi serius dan dijadikan proyek prioritas kabupaten,” ujarnya, Sabtu 10 Januari 2026.

Menurut Wawas, jalan tersebut merupakan akses vital yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat. Aktivitas ekonomi warga, akses pendidikan, hingga mobilitas sangat bergantung pada kondisi jalan tersebut.

“Ekonomi, pendidikan, koordinasi, dan mobilitas masyarakat di wilayah ini sangat bergantung pada jalan tersebut,” katanya.

Diketahui, ruas jalan tersebut pertama kali dibangun pada masa Presiden Soeharto dan hingga kini belum pernah dilakukan pembaruan menyeluruh. Kondisi jalan semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi serta sering dilalui kendaraan bermuatan kelapa sawit.

“Sekarang itu sudah jadi akses utama lintas dan kecamatan. Kasihan warga kita kalau dibiarkan terus,” pungkasnya. (Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!