PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, menaruh harapan besar agar janji Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, untuk membangun dua industri hilirisasi di Kalteng segera terwujud.
Purdiono menilai langkah ini merupakan momentum bagi pemerintah daerah untuk berinovasi, terutama di tengah anjloknya APBD 2026 imbas pemotongan Dana Tranfer ke Daerah (TKD). Menurutnya, hilirisasi akan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kalteng.
“Saya sepakat, kemarin kan ada janjinya Pak Menteri ESDM bahwa akan menghadirkan dua industri hilirisasi untuk sumber daya alam kita. Artinya ada hilirisasi di Kalteng saya berharap itu menjadi pemutar roda ekonomi juga,” ujar Purdiono, Kamis, 22 Januari 2026.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berkomitmen mengalokasikan dua proyek hilirisasi tambang strategis di Kalteng. Janji tersebut disampaikan Bahlil kepada Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kalteng di Swiss-Belhotel Danum Palangka Raya, Sabtu, 29 Januari 2025.
Bahlil menyoroti potensi kekayaan alam Kalteng yang dinilai sangat luar biasa.
“Pak gubernur, khusus untuk persoalan yang ada di Provinsi Kalteng, saya sudah membaca datanya bahwa Provinsi Kalteng adalah provinsi yang salah satu mempunyai sumber daya alam yang luar biasa sekali,” ujar Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar ini mendorong agar hilirisasi tersebut terwujud dalam satu kawasan industri terpadu. Bahlil lantas meminta waktu Gubernur Kalteng untuk membahas proyek tersebut.
“Habis ini, Pak Gub, kita dorong hilirisasi, maka saya janji kepada Pak Gub tidak akan lama lagi kita akan bangun satu kawasan industri hilirisasi di Kalteng yang akan kita lakukan. Jadi habis ini, Pak Gub, kita akan ketemu supaya kita bahas,” jelasnya.
Sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) 18 proyek hilirisasi nasional dengan total investasi melampaui Rp600 triliun, Bahlil merinci dua proyek spesifik yang akan dibangun di Kalteng.
“Saya tempatkan ada dua hilirisasi, dua proyek itu adalah pasir kuarsa untuk logam ekosistem daripada solar panel dan satunya adalah industri alumina. Kita akan bangun di Kalteng,” tambahnya.
Menteri ESDM menjamin bahwa proyek-proyek ini akan segera terealisasi. Ia menyebut dalam waktu dekat FS atau Studi Kelayakan sudah hampir selesai.
“Saya akan jamin kepada Bapak Ibu semua, dalam waktu 2026 sekarang FS-nya sudah hampir selesai, kita akan turun ke sini untuk mengklirkan,” kata Bahlil.
(Syauqi)












