SAMPIT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Bandar Udara H Asan Sampit mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur menyusul rendahnya curah hujan pada Dasarian III (21-31) Januari 2026.
Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan pada periode tersebut berada pada kategori rendah hingga menengah. Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla, khususnya di wilayah dengan lahan kering dan kawasan gambut.
Kepala Stasiun Meteorologi Bandar Udara H Asan Sampit, Mulyono Leo Nardo, mengatakan BMKG terus melakukan pemantauan hari tanpa hujan di wilayah Kotim hingga pertengahan Januari. Dari hasil monitoring periode 11 hingga 20 Januari 2026, wilayah Sampit masih masuk kategori sangat pendek hari tanpa hujan.
“Di Sampit masih terhitung sangat pendek karena hujan masih terjadi, meskipun hanya sesekali dan tidak merata. Berbeda dengan wilayah Seruyan bagian hilir yang sudah masuk kategori panjang karena hampir satu bulan tidak turun hujan,” ujarnya, Kamis 22 Januari 2026.
Ia menegaskan, kategori hari tanpa hujan yang masih sangat pendek tidak serta-merta menandakan kondisi aman. Menurutnya, hujan yang terjadi cenderung bersifat lokal dan intensitasnya rendah, sehingga belum cukup menjaga kelembapan lahan secara menyeluruh.
BMKG mencatat, prakiraan curah hujan Dasarian III Januari 2026 di Kotawaringin Timur berada pada kisaran 0 hingga 50 milimeter. Bahkan di sejumlah titik, curah hujan diperkirakan hanya berkisar 20 hingga 50 milimeter, jauh di bawah kondisi normal bulan Januari yang umumnya berada di atas 100 milimeter.
“Secara klimatologis, Januari seharusnya memiliki curah hujan cukup tinggi. Namun saat ini justru berada di bawah normal,” jelas Leo.
Selain curah hujan, sifat hujan di wilayah Kotim juga diprakirakan berada pada kategori bawah normal. Kondisi tersebut dinilai dapat mempercepat pengeringan lahan dan meningkatkan potensi kebakaran, terutama di area gambut.
Meski demikian, BMKG masih melihat adanya peluang hujan pada akhir Januari. Berdasarkan prakiraan cuaca, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi terjadi pada 25 hingga 26 Januari 2026, serta kembali berpeluang pada 28 hingga 29 Januari 2026.
“Walaupun ada potensi hujan, secara umum curah hujan pada dasarian ketiga Januari ini masih tergolong rendah,” tambahnya.
BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan bersama dalam menghadapi kondisi cuaca tersebut. Pemerintah daerah, BPBD, serta masyarakat diimbau meningkatkan langkah pencegahan dan kesiapsiagaan, serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang dapat memicu karhutla.
Pemerintah Kabupaten Kotim resmi menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terhitung mulai 23 Januari hingga 21 Februari 2026. Penetapan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kamis 22 Januari 2026. (nardi)












