Dinkes Kotim Waspadai Peningkatan Diare dan ISPA saat Kemarau

IST/BERITASAMPIT - Petugas Damkar sedang menangani karhutla yang terjadi di Sampit.

SAMPIT – Dinas Kabupaten Timur (Kotim) mewaspadai peningkatan dua penyakit yang kerap muncul saat musim kemarau, yakni diare dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Meski terdapat kenaikan kasus pada awal tahun 2026, kondisi tersebut masih dinilai terkendali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, mengatakan bahwa perubahan cuaca dan kemarau berpengaruh terhadap pola penyakit di masyarakat. Dua penyakit tersebut menjadi perhatian utama karena paling sering muncul saat kondisi lingkungan tidak stabil.

“Kalau terkait kemarau, biasanya ada dua penyakit yang sering berkembang, yaitu diare dan ISPA,” ujarnya, Jumat 23 Januari 2026.

Diketahui pemerintah Kabupaten Kotim resmi menetapkan status Siaga Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terhitung mulai 23 Januari hingga 21 Februari 2026. Penetapan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Kamis 22 Januari 2026.

Ia menegaskan, diare menjadi penyakit yang berpotensi fatal apabila terlambat mendapatkan penanganan. Karena itu, masyarakat diminta tidak menunda membawa pasien ke fasilitas .

“Untuk diare itu memang harus satu kali dua puluh empat jam sudah dibawa ke fasilitas , jangan menunggu lama,” katanya.

Berdasarkan data Dinkes, perbandingan kasus diare pada minggu pertama dan kedua tahun 2025 dan 2026 relatif tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Pada minggu pertama 2026 tercatat 96 kasus, sementara pada periode yang sama tahun 2025 sebanyak 69 kasus. Pada minggu kedua, jumlah kasus cenderung sama.

Sementara untuk ISPA, terjadi fluktuasi. Pada minggu pertama 2025 tercatat 379 kasus, sedangkan pada 2026 sebanyak 323 kasus. Namun pada minggu kedua, angka ISPA 2026 meningkat menjadi 628 kasus dibandingkan 438 kasus pada tahun sebelumnya.

baca juga ...  Disdik Kotim Siap Laksanakan Putusan MK terkait Pendidikan Gratis

“Memang ada peningkatan, terutama ISPA di minggu kedua, tapi sementara ini masih dalam kondisi terkendali. ISPA ini banyak penyebabnya, bisa karena cuaca yang tidak stabil,” jelas Nugroho.

Ia menambahkan, pada awal tahun grafik penyakit memang cenderung naik, namun berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya biasanya akan mulai menurun memasuki minggu ketiga. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!