PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Purdiono, mengungkapkan strategi baru untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Salah satu fokus utamanya adalah pengawasan ketat terhadap Pajak Air Permukaan (PAP) dan Pajak Alat Berat (PAB).
Purdiono menjelaskan bahwa untuk tahun 2026, pemerintah daerah tidak lagi menggunakan sistem perkiraan dalam menentukan besaran pajak air permukaan. Pengawasan kini dilakukan secara digital menggunakan teknologi alat ukur waterflow meter.
“Tentu ada strategi khusus karena PAP sekarang menggunakan waterflow untuk meteran yang dipasang di lokasi. Jadi, tidak lagi berdasarkan perkiraan. Kita bisa melihat langsung berapa kubikasi air yang sebenarnya terpakai oleh pengguna air permukaan,” ujar Purdiono saat memberikan keterangan di Palangka Raya, Sabtu, 24 Januari 2026.
Selain akurasi meteran, sistem ini juga diperkuat dengan pemasangan kamera pengawas (CCTV) di titik-titik strategis untuk memastikan data yang masuk sesuai dengan kondisi lapangan. Hal ini dilakukan karena sebelumnya sering ditemukan selisih data yang cukup signifikan, terutama pada sektor Perkebunan Besar Swasta (PBS) sawit.
“Melalui CCTV yang dipasang, akan terlihat jika ada selisih (data). Kita bisa mengetahui berapa kubikasi yang terpakai oleh PBS sawit. Kami tidak menyalahkan perusahaan, namun komisi I mendukung penuh upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) untuk memperketat pengawasan ini,” tambahnya.
Terkait Pajak Alat Berat (PAB), Purdiono menyebutkan bahwa koordinasi dengan pihak vendor terus berjalan. Namun, pihaknya masih menunggu ketetapan nilai jual dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai dasar penagihan.
“Kami berharap nilai jual alat berat ini segera dikeluarkan oleh Kemendagri agar proses penagihan lebih mudah. Sebab, nilai pajaknya adalah 0,2 persen dari harga barang tersebut,” jelasnya.
Melalui langkah digitalisasi dan pengawasan ini, Komisi I DPRD Kalteng berharap ketahanan fiskal daerah semakin kuat demi mendorong kesejahteraan masyarakat Kalteng pada tahun 2026.
(Syauqi)












