PALANGKA RAYA – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Kalimantan Tengah tahun anggaran 2026 mengalami penurunan signifikan.
Kondisi ini diprediksi akan berdampak luas terhadap belanja daerah, termasuk program kerja di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Bahkan Pemprov telah melakukan pemangkasan terhadap Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, mengungkapkan bahwa penurunan belanja daerah terpangkas hampir separuh dari tahun sebelumnya. Ia menyebut pada 2024 apbd berada di angka rp10,2, namun pada 2026 ini merosot jadi rp 5,4.
“Pasti berdampak belanjanya. Maka itu tadi upayanya adalah peningkatan PAD,” ujar Purdiono saat diwawancarai di Palangka Raya, Jumat, 24 Januari 2026.
Terkait pemotongan TPP di lingkup mitra kerja Komisi I, Purdiono menjelaskan bahwa kebijakan tersebut dirasakan secara merata oleh seluruh ASN jika keuangan daerah tidak kunjung membaik. Namun, ia menekankan bahwa langkah ini masih bersifat sementara.
“Sama semuanya sama kan TPP itu untuk PNS itu semuanya, tapi itu untuk sementara kita melihat nanti seperti apa keuangan kita. Mudah-mudahan (APBD) kita naik,” pungkasnya.
(Syauqi)












