SUKAMARA – Memasuki musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya suhu udara dan berkurangnya intensitas hujan, Pemerintah Kabupaten Sukamara mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Sukamara, H. Masduki, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan sebagai langkah preventif mencegah dampak buruk karhutla, baik terhadap kesehatan masyarakat maupun aktivitas perekonomian daerah.
“Cuaca panas yang mulai kita rasakan dalam beberapa pekan terakhir merupakan tanda masuknya musim kemarau. Untuk itu, kami mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko memicu kebakaran, terutama membuka lahan dengan cara dibakar,” tegas Bupati.
Ia menekankan bahwa kebakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan kabut asap yang berdampak langsung pada kesehatan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kehidupan sosial masyarakat.
Menurut Bupati, pencegahan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, melainkan membutuhkan kesadaran dan keterlibatan aktif masyarakat. Salah satu langkah penting yang dapat dilakukan adalah melaporkan sejak dini apabila menemukan potensi kebakaran di lingkungan sekitar.
“Peran masyarakat sangat menentukan. Dengan kepedulian bersama, kita bisa mencegah kebakaran sebelum meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sukamara, lanjutnya, juga terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, aparat keamanan, serta petugas di lapangan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau tahun ini.
Melalui imbauan ini, masyarakat diharapkan tetap waspada, menjaga lingkungan sekitar, serta bersama-sama menciptakan Kabupaten Sukamara yang aman, sehat, dan bebas dari kebakaran hutan dan lahan. (enn)












