SAMPIT – Wakil Ketua Komisi III DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Riskon Fabiansyah menegaskan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan di daerah, khususnya untuk jenjang SD dan SMP.
Hal itu disampaikannya saat menghadiri rangkaian peringatan Hari Jadi ke-72 SMP Negeri 1 Sampit, sekaligus peresmian revitalisasi sejumlah sekolah tahun 2025. Senin 26 Januari 2026.
Menurut Riskon pada tahun lalu program revitalisasi pendidikan di Kotim mencapai sekitar dari Rp12 miliar.
“Untuk tahun ini, kami masih mengupayakan program fisik dengan terus berkomunikasi ke Kementerian. Informasi dari Dinas Pendidikan, pengajuan kita sekitar Rp20 miliar dan saat ini masih menunggu finalisasi,” ujar Riskon.
Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi tantangan utama. Saat ini, pagu anggaran pendidikan untuk satuan pendidikan SD dan SMP di Kotim hanya sekitar Rp8 miliar, jauh menurun dibandingkan tahun 2025 yang hampir mencapai Rp60 miliar.
“Kondisi ini membuat kita harus berharap besar pada dukungan pemerintah pusat, karena APBD belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kebutuhan sarana prasarana pendidikan,” jelasnya.
Riskon juga menyinggung kondisi geografis Kotim sebagai salah satu kabupaten terluas di Kalteng. Menurutnya, wilayah utara masih membutuhkan perhatian serius, terutama terkait fasilitas pendidikan yang belum memadai.
Selain dukungan pemerintah, ia mengapresiasi peran dunia usaha. Riskon menyebut sejumlah perusahaan besar swasta telah menunjukkan kepedulian terhadap pendidikan melalui program CSR.
“Kami berharap perusahaan lain juga ikut tergerak membantu satuan pendidikan di Kotim. Sinergi ini penting agar kualitas pendidikan kita bisa terus meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, SMP Negeri 1 Sampit telah menjadi barometer pendidikan, tidak hanya di tingkat kabupaten, tetapi juga provinsi hingga nasional. Momentum HUT ke-72 ini diharapkan menjadi pemicu bagi SMP lainnya agar terus meningkatkan daya saing. (nardi)












