Gagal Panen Berulang, DPRD Kalteng Ungkap Warga Sidorejo Ramai-Ramai Merantau

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Jubir reses dapil V DPRD Kalteng Noor Fazariah Kamayanti.

– Fenomena gagal panen yang melanda Sidorejo, Kecamatan Tamban Catur, Kabupaten , berdampak serius pada stabilitas ekonomi warga. Kondisi yang memburuk setiap tahun ini memaksa masyarakat meninggalkan kampung halaman untuk mencari penghidupan di daerah lain.

Laporan memprihatinkan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Reses Dapil V DPRD (Kalteng), Noor Fazariah Kamayanti, dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Kalteng baru-baru ini. Ia mengungkapkan bahwa perekonomian di tersebut mengalami penurunan drastis akibat kegagalan sektor pertanian yang menjadi tumpuan utama.

“Perekonomian di Sidorejo dan sekitarnya sangat menurun setiap tahunnya karena mengalami gagal panen yang luar biasa. Perlu adanya usaha alternatif untuk meningkatkan perekonomian rakyat,” ujar Kamayanti saat memaparkan hasil reses DPRD Kalteng.

Menurutnya, kemiskinan yang kian meluas menyebabkan banyak rumah di tersebut kini kosong ditinggalkan penghuninya.

“Banyak masyarakat yang tidak sejahtera sehingga memilih untuk merantau. Banyak rumah kosong dan susah dijual. Perlu ada solusi nyata untuk peningkatan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Infrastruktur dan Jalan Usaha Tani
Selain masalah ekonomi, Kamayanti menyoroti rusaknya infrastruktur jalan sepanjang 17 kilometer. Akses utama menuju fasilitas publik seperti Gereja, Puskesmas, dan Kantor dilaporkan masih menggunakan standar jalan transmigrasi tahun 1971 yang kini kondisinya memprihatinkan.

Ia mendesak adanya pembangunan jalan tembus lintas yang menghubungkan Sidorejo-Sidomulyo-Tangunharjo-Tamban Luar. Terkait pembagian wewenang, ia menegaskan bahwa perbaikan jalan merupakan tanggung jawab kabupaten, namun Provinsi dapat berkontribusi melalui Jalan Usaha Tani (JUT).

“Jalan Usaha Tani selalu menjadi pertimbangan dari Provinsi melalui dana Pokir (Pokok Pikiran) Anggota Dewan, sementara untuk jalan adalah tanggung jawab Pemerintah Kabupaten,” pungkas politisi Partai Golkar tersebut.

dan Kesejahteraan Adat
Di bidang , Kamayanti menyampaikan aspirasi mengenai kenaikan honor mantir adat. Ia menjelaskan bahwa langkah tersebut perlu didahului dengan sinkronisasi regulasi daerah.

“Terkait peningkatan honor mantir adat, akan diperbaharui terlebih dahulu Perda Kelembagaan Adat Dayak agar memiliki payung yang tepat,” jelasnya.

Sementara itu, untuk permasalahan layanan BPJS, ia mengimbau warga untuk aktif melakukan koordinasi dan konsultasi melalui perangkat setempat guna memastikan data kepesertaan tetap valid.

(Syauqi)

baca juga ...  Legislatif dan Eksekutif Kalteng Kompak Dorong Ketahanan Pangan dan Perlindungan Petani-Nelayan
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!