KPPM Kalteng Tegas Tolak Wacana Kapolri di Bawah Kemendagri

IST/BERITASAMPIT - Ketua KPPM Kalteng, Muhammad Ridho.

SAMPIT – Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) (Kalteng) dengan tegas menyatakan penolakan terhadap wacana penempatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Wacana tersebut dinilai sebagai langkah mundur yang berpotensi melemahkan demokrasi serta mengancam independensi penegakan .

Ketua KPPM Kalteng, Muhammad Ridho, menegaskan bahwa Kepolisian Negara Republik Indonesia merupakan alat negara yang harus berdiri independen, profesional, dan terbebas dari intervensi

Menurutnya, jika Kapolri ditempatkan di bawah Kemendagri, hal itu membuka ruang subordinasi kekuasaan eksekutif terhadap institusi penegak .

“Menarik Polri ke bawah Kemendagri adalah bentuk pengkhianatan terhadap agenda reformasi. Ini bukan semata soal struktur kelembagaan, tetapi menyangkut masa depan demokrasi dan keadilan di Indonesia,” tegas Ridho, Kamis 29 Januari 2026.

Ia mengingatkan bahwa pemisahan Polri dari kementerian merupakan hasil perjuangan panjang reformasi 1998, yang bertujuan membangun institusi kepolisian yang netral, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Perubahan atas posisi tersebut dikhawatirkan justru membuka peluang kembalinya praktik lama yang sarat kepentingan dan kekuasaan.

Menurut KPPM Kalteng, persoalan utama yang dihadapi Polri saat ini bukan terletak pada struktur kelembagaan, melainkan pada penguatan reformasi internal, peningkatan profesionalisme aparat, serta penegakan yang adil dan transparan. 

Karena itu, wacana penempatan Kapolri di bawah Kemendagri dinilai tidak relevan dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.

“Kami mendesak pemerintah dan DPR RI untuk menghentikan wacana ini. Negara tidak boleh membiarkan aparat penegak berada di bawah kendali kepentingan ,” lanjutnya.

KPPM Kalteng menyatakan akan terus mengawal isu tersebut dan mengajak seluruh elemen pemuda, mahasiswa, serta masyarakat sipil untuk bersikap kritis terhadap setiap kebijakan yang berpotensi melemahkan demokrasi dan supremasi .

baca juga ...  Misteri Hilangnya Anggota Intel Polres Kotim: Keluarga Gagal Lapor, SPKT dan Propam Saling Lempar!

“Reformasi adalah amanat sejarah. Jangan sampai dikhianati,” pungkas Muhammad Ridho. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!