SAMPIT – Gangguan pasokan listrik kembali dikeluhkan warga Kecamatan Baamang, Kotawaringin Timur, pada Jumat 30 Januari 2026. Sejak siang hingga sore hari, aliran listrik dilaporkan hidup-mati hampir selama dua jam dengan frekuensi mencapai hampir 100 kali padam dan menyala.
Sejumlah warga menyebut kondisi tersebut sangat mengganggu aktivitas harian. Selain membuat pekerjaan terhenti, mereka juga khawatir peralatan elektronik di rumah mengalami kerusakan akibat arus listrik yang tidak stabil.
“Kalau begini terus, alat elektronik bisa rusak. Lampu mati hidup terus, belum lagi televisi dan kulkas,” ujar Amrul salah seorang warga Baamang.
Keluhan ini disebut terjadi hampir seluruh wilayah Sampit. Informasi yang beredar menyebutkan gangguan tidak hanya berupa pemadaman, tetapi juga penurunan tegangan listrik.
Beberapa pelanggan melihat indikator bertuliskan low volt pada meteran listrik mereka.
Salah satu warga lainnya Anton di Jalan Walter Condrad menyampaikan rumahnya juga mengalami gangguan listrik dan khawatir dalam waktu lama bisa berisiko merusak perangkat elektronik dan peralatan rumah tangga.
“Kalau hidup mati sperti ini alat elektronik kami akan cepat rusak,” tegasnya.
Warga berharap pihak PLN segera melakukan pengecekan dan perbaikan agar pasokan listrik kembali normal dan stabil.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari PLN terkait penyebab gangguan listrik yang terjadi di Baamang dan wilayah Sampit lainnya. (Nardi)












