Usai Dikepung Karhutla, Sampit Kini Diterjang Banjir

NARDI/BERITASAMPIT - Kondisi genangan air menutup ruas jalan di kawasan Baamang, Sampit.

SAMPIT – Perubahan cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Timur (Kotim), dalam beberapa hari terakhir. Setelah sekitar dua pekan dilanda cuaca panas hingga memicu potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta penetapan status siaga darurat, kondisi berbalik drastis sejak hujan deras mengguyur Sampit mulai Kamis malam, 29 Januari 2026.

Hujan dengan intensitas tinggi kembali terjadi pada Jumat siang hingga malam hari, disusul hujan deras pada Sabtu malam. Bahkan hingga Minggu, 1 Februari 2026, pada sore hari hujan deras juga mengguyur wilayah Sampit dan sekitarnya.

Akibatnya, sejumlah ruas jalan di kawasan perkotaan terpantau tergenang air dan menyebabkan gangguan aktivitas warga.

Sejumlah titik banjir dilaporkan terjadi di wilayah Kecamatan Baamang dan kawasan MB Ketapang.

Beberapa ruas jalan yang tergenang di antaranya Jalan Walter Conrad, Jalan Cristopel Mihing, Jalan Kenan Sandan hingga gang-gang disekitarnya.

Genangan air terlihat menutup badan jalan dan menyulitkan pengendara yang melintas. Sebagian halaman rumah warga juga terlihat tergenang air.

“Setelah karhutla, cuaca langsung berubah drastis. Sekarang malah banjir di jalan-jalan kawasan Baamang,” kata Andre, warga Baamang.

Warga menilai persoalan banjir di kawasan Baamang maupun MB Ketapang selalu terjadi di titik yang sama setiap kali hujan deras turun. Menurut mereka, hingga kini belum terlihat pembenahan serius terhadap sistem drainase.

“Ini itu-itu saja titik banjirnya, tidak ada pembenahan sama sekali soal drainase. Sangat disayangkan, padahal masalah ini sudah berulang dan jelas krusial,” keluh warga. (Nardi)

baca juga ...  Polres Kotim Selidiki Tragedi Bocah 6 Tahun yang Jatuh dari Kapal Penyeberangan Sampit–Seranau
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!