5 Fakta Menarik Kawasan Nur Mentaya Sampit: Ikon Kota yang Mulai Kehilangan Pesona

NARDI/BERITASAMPIT - Kawasan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut, Sampit, Kabupaten Timur (Kotim).

SAMPIT – Kawasan Nur Mentaya di Jalan Tjilik Riwut, Sampit, Kabupaten (Kotim), dikenal sebagai ikon ruang publik sekaligus pusat kuliner malam yang sempat dibanggakan. Namun di balik gemerlap lampu dan ramainya pengunjung, kawasan ini menyimpan sejumlah persoalan yang kerap dikeluhkan masyarakat. Berikut lima fakta menarik yang kini menjadi sorotan:

1. Lampu Ikonik Sering Padam

Hampir setiap malam, lampu PJU di kawasan Nur Mentaya Sampit (Kotim) ada saja yang padam dan tidak semua berfungsi secara maksimal.

Deretan lampu penerangan yang biasanya menjadi ikon bentuk terowongan cahaya pada malam hari selalu ada lampu yang padam di beberapa titik, bahkan pernah satu deret mati total sehingga kawasan yang biasanya terang berubah gelap gulita, pengunjung serta pedagang mengeluhkan kondisi ini.

Tak hanya lampu namun ornamen hiasan Dayak juga banyak yang patah, lepas sehingga mengurangi estetika, beberapa kali tiang sudah pernah tersenggol truk besar lantaran bentuk tiang yang melengkung ke jalan hingga roboh, bengkok dan ornamen jelawat dibagian atas juga ada yang lepas.

Masyarakat mempertanyakan keawetan PJU hias ini lantaran anggaran satu tiang bernilai Rp85 juta dan total semuanya Rp14 miliar.


2. Sampah Bertaburan, Kesan Kumuh Menguat

Meski menjadi tempat favorit nongkrong warga malam hari, pengelolaan lingkungan di kawasan Nur Mentaya masih jadi masalah. Di berbagai titik, sampah sering terlihat bertaburan di trotoar atau di pinggir jalan karena kurangnya kesadaran masyarakat dan pengawasan kebersihan.

Kalau sampah tidak ditangani dengan baik, bukan hanya mengurangi estetika kawasan, tetapi juga berpotensi menyumbat saluran drainase dan memicu genangan saat hujan deras turun. Pelemahan saluran air ini bisa memperparah masalah banjir lokal di kawasan sekitar.

Ditambah lagi saat siang hari kondisi lapak dagangan pedangan yang berjejer dipinggir jalan terlihat kumuh, dituupi terpal, terbuat dari kayu-kayu dengan tidak rapi.

Bahkan bangunan didirikan diatas drainase, menutup saluran air sehingga menghilangkan estetika kota.

baca juga ...  Makam Dibongkar! Kematian Misterius Karyawan PT AWL Diusut Polisi


3. Jalan Bergelombang Ancam Keselamatan

Kondisi jalan Tjilik Riwut Sampit di sekitar kawasan Nur Mentaya masih menunjukkan beberapa titik yang bergelombang atau rusak.

Pengendara harus hati-hati jika memacu kendaraan terlebih dengan kecepatan tinggi.

Walau jalan lebar, namun kondisinya tidak rata dan bergelombang, bahkan di salah satu sisi titik aspal sudah retak dan miring.

Kerusakan ini mencerminkan tantangan besar di sektor infrastruktur jalan yang membutuhkan perbaikan berkelanjutan dari pemerintah daerah agar keselamatan pengendara bisa lebih terjamin.


4. Hujan Sedikit, Jalan Langsung Tergenang

Permasalahan genangan air setelah hujan deras juga menjadi hal yang tak terelakkan di sekitar Jalan Tjilik Riwut kawasan Nur Mentaya. Genangan ini sering disebabkan oleh drainase yang tidak optimal sehingga air hujan tidak bisa cepat mengalir.

Masyarakat mengharapkan normalisasi drainase di jalur menuju PJU Nur Mentaya karena hujan yang hanya berlangsung beberapa jam saja dapat membuat ruas jalan tergenang air.

Kondisi lubang drainase yang ditutupi sampah dan pasir menjadi penyebab air tidak mengalir dengan maksimal.

Saat hujan turun malam hari, sudah dipastikan bahwa kawasan kuliner ini akan sepi, masyarakat berpikir dua kali jika mau ke Nur Mentaya jika cuaca tidak mendukung.

Pedagang hanya bisa pasrah, sebagian yang punya tempat berteduh masih bisa melayani pelanggan, sebagian langsung berkemas menutup dagangannya.


5. Rumput Liar Tumbuh di Pinggir Aspal

Selain masalah lampu dan banjir, beberapa bagian trotoar dan area pinggir jalan di Nur Mentaya juga tampak kurang perawatan.

Rumput liar tumbuh di tepi jalan atau sambungan aspal, memberi kesan kurang terawat meskipun area itu termasuk lokasi strategis untuk wisata kuliner malam dan nongkrong warga.

Penataan kawasan ini, termasuk pemangkasan rumput serta pemeliharaan estetika lain, sering disorot para pedagang dan pengunjung yang berharap area tersebut bisa menjadi ruang publik yang benar-benar nyaman serta menarik. (Nardi)

baca juga ...  UPTD PPA Kotim Dampingi Korban Dugaan Pemerkosaan di Mentawa Baru Ketapang
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!