20 Mesin Cuci Darah RSUD dr. Murjani Siap Beroperasi Maret 2026

IST/BERITASAMPIT - Kegiatan visitasi pengampuan dan supervisi penjaminan mutu layanan hemodialisa di RSUD dr. Murjani Sampit.

SAMPIT – Upaya peningkatan layanan hemodialisa di RSUD dr. Murjani Sampit terus dimatangkan. Rumah sakit rujukan utama di Kabupaten Timur ini tengah mempersiapkan penambahan operasional mesin hemodialisa (HD) dari sebelumnya 12 unit menjadi 20 unit.

Sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan operasional, RSUD dr. Murjani menjalani visitasi pengampuan dan supervisi penjaminan mutu layanan dialisis pada Senin 2 Februari 2026. Visitasi tersebut menjadi tahapan penting sebelum mesin tambahan itu dapat dioperasikan secara penuh.

Kegiatan visitasi menghadirkan dr. Untung Surapati dari RSUD Pangkalan Bun yang juga menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) .

Dalam kegiatan tersebut, dr. Untung bertindak sebagai dokter pengampu sekaligus supervisor penjaminan mutu layanan hemodialisa di RSUD dr. Murjani Sampit. Proses visitasi guna memastikan kesiapan layanan sesuai standar dan regulasi yang berlaku juga didampingi oleh BPJS .

Direktur RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Yulia Nofiany, menyampaikan bahwa hasil rekomendasi dari tim pengampu akan menjadi dasar dalam melakukan perbaikan dan pemenuhan berbagai catatan teknis yang diberikan. Apabila seluruh persyaratan dinyatakan terpenuhi, pihak rumah sakit menargetkan delapan mesin HD tambahan sudah dapat mulai beroperasi pada Maret 2026.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr. Murjani Sampit, dr. Anggun Iman Hernawan, menjelaskan bahwa dengan total 20 mesin HD, layanan hemodialisa diproyeksikan mampu melayani hingga 40 pasien per hari, selama ini hanya 24 pasien.

Penambahan kapasitas layanan ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, khususnya pasien gagal ginjal di Kotim. Saat ini, tercatat sekitar 200 pasien hemodialisa berasal dari Kotim, sementara kurang lebih 100 pasien lainnya berasal dari daerah luar. Kehadiran mesin tambahan diharapkan dapat mengurangi antrean serta memperpendek waktu tunggu pasien yang selama ini masih cukup tinggi.

baca juga ...  Dampak Kenaikan Bahan Material, Proyek PJU Kapten Mulyono Sampit Disesuaikan

Dr. Untung Surapati dalam keterangannya menyebutkan bahwa secara prinsip layanan hemodialisa di RSUD dr. Murjani telah berjalan dengan baik. Namun, untuk pengoperasian mesin tambahan tetap diperlukan rekomendasi resmi dari Pernefri serta persetujuan dari BPJS .

Dari sisi sumber daya manusia, RSUD dr. Murjani juga dinilai telah siap. Saat ini terdapat 14 perawat hemodialisa yang telah memenuhi persyaratan, termasuk sertifikasi sesuai standar layanan dialisis.

Ia juga mengungkapkan bahwa layanan hemodialisa di RSUD dr. Murjani mulai beroperasi sejak 2017 dengan enam mesin dan tujuh perawat. Seiring waktu, jumlah mesin meningkat menjadi 12 unit pada 2022, bersamaan dengan pemindahan gedung layanan serta pemenuhan standar sarana dan sumber daya manusia.

“Pada dasarnya, baik dari sisi peralatan maupun tenaga , RSUD dr. Murjani sudah siap untuk mengoperasikan 20 mesin hemodialisa dan melayani hingga 40 pasien per hari. Saat ini kami tinggal menunggu proses administrasi dan rekomendasi agar dapat rampung sepenuhnya,” ujarnya.

Dr. Untung Surapati yang merupakan Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal dan Hipertensi itu juga menjelaskan bahwa dirinya menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah di bawah Pernefri Pusat.

“Fokus kami memastikan penjaminan mutu layanan dialisis berjalan sesuai standar, terutama dalam persiapan penambahan jumlah mesin hemodialisa,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pernefri memiliki peran penting dalam memberikan rekomendasi teknis dan profesional, baik dari aspek sarana prasarana maupun sumber daya manusia. (Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!