PALANGKA RAYA – Wakil Ketua III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Junaidi, menyoroti masih minimnya sarana dan prasarana pendidikan di wilayah perdesaan. Hal ini menjadi catatan serius usai dirinya melakukan kunjungan kerja ke Desa Makmur Jaya dan Desa Makmur Utama, Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, pada akhir Januari 2026 lalu.
Junaidi mengungkapkan bahwa kebutuhan akan fasilitas pendidikan merupakan persoalan klasik yang seolah tidak pernah tuntas. Menurutnya, pemenuhan sarana pendidikan akan selalu terasa kurang seiring dengan dinamika kebutuhan di lapangan.
“Yang namanya sarana-prasarana pendidikan, kalau dikatakan cukup, semua sarana-prasarana pendidikan pasti kurang,” ujar Junaidi di Kantor DPRD Kalteng, Senin, 2 Februari 2026.
Politisi Fraksi Demokrat ini menekankan pentingnya intervensi nyata dari pemerintah baik kabupaten maupun provinsi guna memitigasi ketimpangan kualitas pendidikan antara kota dan desa. Ia meminta pemerintah daerah memberikan perhatian khusus pada wilayah pelosok.
“Oleh karena itu kita meminta pemerintah apakah tingkat kabupaten atau provinsi untuk selalu hadir dalam rangka mendukung dan menyiapkan sarana pendidikan di desa–desa terkhusus di wilayah yang kita kunjugi kemarin,” jelasnya.
Menurut Junaidi, tuntutan perbaikan sarana tersebut bersifat mendesak karena dunia pendidikan bersifat dinamis. Perkembangan ilmu pengetahuan mengharuskan adanya adaptasi fasilitas yang memadai agar siswa di desa tidak tertinggal.
“Karena kalau kita berbicara pendidikan itu selalu berkembang, ilmu itu selalu menuntut perubahan dan perbaikan,” imbuhnya
Ia berharap, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi dapat dipertajam untuk memastikan infrastruktur pendidikan menyentuh hingga tingkat kecamatan dan desa.
“Harapan kita dunia pendidikan kita berkembang, pemerintah kabupaten dan provinsi harus selalu hadir dalam rangka menyiapkan sarana pendidikan di tingkat desa dan kecamatan,” pungkasnya.
(Syauqi)












