SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mendorong aparatur sipil negara (ASN) di seluruh organisasi perangkat daerah untuk mengonsumsi beras Bulog. Langkah ini diambil menyusul kondisi produksi beras di Kotim yang saat ini mengalami surplus, namun terkendala pada sisi distribusi.
Penjabat Sekretaris Daerah Kotim, Umar Kaderi, mengatakan program ketahanan pangan merupakan agenda strategis nasional yang harus didukung hingga ke daerah. Ia menegaskan, sektor pertanian memikul tanggung jawab besar sehingga perlu dukungan nyata dari seluruh pihak, termasuk ASN.
“Program pangan ini merupakan program strategis nasional pemerintahan Presiden Prabowo. Tentu daerah juga harus ikut memback up ketahanan pangan, salah satunya dengan menyerap beras yang diproduksi petani lokal melalui Bulog,” ujarnya, Selasa 3 Februari 2026.
Menurut Umar, hingga saat ini Kotim dalam kondisi surplus beras. Produksi tergolong tinggi, namun distribusi yang belum optimal menyebabkan stok beras menumpuk di gudang Bulog.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada kualitas beras jika terlalu lama tersimpan, sehingga harus ada solusi agar distribusi bisa ditingkatkan.
Ia mengungkapkan, Bulog Kotim telah melakukan audiensi dengan pemerintah daerah dan meminta dukungan agar ASN, mulai dari tingkat OPD hingga kecamatan dan kelurahan, dapat memanfaatkan serta membeli beras Bulog.
“Sudah kami koordinasikan dengan Bupati dan saat ini sedang dipersiapkan instruksi agar seluruh OPD mewajibkan ASN-nya menggunakan beras dari Bulog. Ini penting untuk menjaga stabilitas pangan di Kotim,” jelasnya.
Umar menambahkan, jika beras surplus tidak segera disalurkan, maka stok yang terlalu lama tersimpan berpotensi menurunkan mutu bahkan mengalami kerusakan. Oleh karena itu, Bulog meminta pemerintah daerah membantu menyampaikan imbauan kepada ASN agar ikut menyerap beras tersebut.
Selain itu, Bulog juga meminta rekomendasi dari Bupati Kotim terkait rencana pemanfaatan gudang dan pabrik beras di Desa Lampuyang. Permintaan tersebut telah ditindaklanjuti dan ditandatangani oleh Bupati.
“Alhamdulillah, dari laporan Plt Kepala Dinas Pertanian sebelumnya, tahun ini akan dibangun pabrik penggilingan padi serta gudang penyimpanan dari Bulog di Desa Lampuyang,” ungkapnya.
Ia menambahkan, selama ini informasi terkait surplus beras di Kotim belum tersosialisasi secara luas. Melalui kerja sama dengan Bulog dan surat edaran Bupati kepada seluruh OPD, pemanfaatan beras Bulog kini mulai berjalan dengan baik.
“Respon ASN cukup positif. Sudah banyak ASN di Kotim yang memanfaatkan beras dari Bulog. Ini bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan daerah,” pungkasnya. (nardi)












