Atasi Blankspot, Pasang 378 Titik Starlink di Kantor

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi Starlink.

– Pemerintah Provinsi () mengambil langkah progresif untuk menuntaskan persoalan hambatan sinyal atau blank spot di wilayah pelosok. Sebanyak 378 titik perangkat internet satelit Starlink telah dipasang di kantor-kantor di seluruh wilayah Bumi Tambun Bungai.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfosantik) Kalteng, Rangga Lesmana, menyatakan bahwa seluruh perangkat tersebut kini telah beroperasi penuh untuk mendukung pelayanan publik.

“378 titik yang sudah kita pasang dan sudah online semua selama setahun ini,” ujar Rangga baru-baru ini.

Ia menjelaskan bahwa pemilihan Starlink merupakan langkah taktis Gubernur Kalteng untuk memberikan solusi cepat bagi yang tidak terjangkau jaringan kabel maupun seluler konvensional. Keputusan ini juga sejalan dengan koordinasi teknis bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Kita menggunakan Starlink karena kami berkomunikasikan dengan Komdigi pun kami menggunakan perangkat yang sama. Solusi paling cepat,” imbuhnya.

Menurutnya, pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) oleh operator seluler konvensional seringkali terkendala perhitungan bisnis yang rumit dan biaya investasi yang sangat besar.

“Saya kemarin komunikasi dengan Telkomsel ya kalau untuk membangun BTS itu banyak perhitungan bisnis-bisnis yang terlalu besar. Jadi memang agak berat kalau kita memenuhi syarat itu. Jadi Pak Gubernur mengambil langkah cepat dengan menggunakan Starlink,” jelas Rangga.

Terkait biaya operasional dan pemeliharaan, menyerahkan pengelolaan kepada pihak . Dengan biaya yang relatif terjangkau, yakni sekitar Rp780.000, penggunaan teknologi ini dinilai jauh lebih efisien dibandingkan sistem manual.

“Ditanggung sendiri karena biayanya kan kecil bangat Rp780 ribu lah kalau enggak salah. tapi kan manfaatnya luar biasa. Dari pada dulu mereka harus melaporkan sistem keuangan itu di antar, ada resiko perjalanan, waktu, biaya yang dikeluarkan, kalau ini kan satu bulan ful 7×24 jam ya hanya Rp700-800 ribu lah, jadi efisiensi,” tutur Rangga.

Mengenai kendala teknis di lapangan, pihak Diskominfosantik mengeklaim bahwa teknologi satelit ini menunjukkan performa yang sangat stabil. Gangguan biasanya hanya terjadi pada faktor alam yang ekstrem.

“Sejauh ini perangkat yang paling stabil itu Starlink. Jadi kami enggak ada keluhan apapun berkaitan dengan Starlink, paling kalau petir, badai itu aja sih paling jeda satu-dua jam udah online,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Pemprov Kalteng Perkuat Koordinasi Jaga Ketersediaan Bahan Pokok

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!