PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) memastikan akan meluncurkan Kartu Huma Betang Sejahtera (KHBS) pada 20 Februari 2026. Program ini menjadi salah satu prioritas utama Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng periode 2025-2030, Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
KHBS merupakan implementasi dari visi dan misi kepemimpinan Agustiar-Edy yang mengusung semangat Manggatang Utus, dengan mengangkat harkat dan martabat masyarakat Dayak khususnya, serta masyarakat Kalimantan Tengah pada umumnya, berlandaskan kearifan lokal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Kalteng Berkah, Kalteng Maju, dan Kalteng Bermartabat menyongsong Indonesia Emas 2045.
Berikut lima fakta penting terkait Kartu Huma Betang Sejahtera:
1. Kartu Versi Kampanye Tidak Berlaku
Kartu Huma Betang yang sempat diperkenalkan saat masa kampanye Pemilihan Gubernur Kalimantan Tengah tidak dapat digunakan. Kartu tersebut hanya bersifat contoh sosialisasi dan bukan kartu resmi program.
Kartu Huma Betang Sejahtera yang akan digunakan merupakan versi terbaru berbasis teknologi Near Field Communication (NFC) dan baru akan berlaku setelah peluncuran resmi.
2. Pendaftaran Berdasarkan Verifikasi Data
Penerima manfaat Kartu Huma Betang Sejahtera ditetapkan melalui proses verifikasi berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipadukan dengan kriteria lain sesuai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis.
Dengan mekanisme tersebut, tidak seluruh masyarakat otomatis menerima manfaat. Penetapan penerima sepenuhnya bergantung pada hasil pemutakhiran dan verifikasi data.
3. Sasaran Penerima Manfaat
Program ini diprioritaskan bagi masyarakat pada desil 1 dan 2, yakni kelompok ekonomi terbawah.
Kelompok sasaran meliputi buruh, porter, pemulung, pengemudi ojek online, petani, nelayan, serta pekerja dengan penghasilan di bawah Upah Minimum Provinsi Kalimantan Tengah.
4. Tujuh Program Utama
Kartu Huma Betang Sejahtera mencakup tujuh sektor utama, mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi, hingga infrastruktur dasar.
Di bidang pendidikan, program ini menyediakan sekolah dan kuliah gratis untuk jenjang SMA/SMK/SLB, bantuan biaya pendidikan dan seragam, pembangunan 1.000 rumah guru, serta inisiatif Satu Sarjana Satu Rumah di setiap desa.
Pada sektor kesehatan, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis serta integrasi layanan kesehatan digital menggunakan KTP sebagai identitas tunggal.
Sektor ekonomi dan sosial meliputi bantuan langsung tunai sebesar Rp2 juta per Kartu Keluarga, pasar murah dan bantuan pangan hingga lima kali dalam setahun, serta bantuan sarana produksi bagi petani dan nelayan.
Sementara pada infrastruktur dasar, pemerintah menyediakan bantuan sambungan listrik rumah tangga melalui program Insentif Listrik Terang.
5. Peluncuran dan Jumlah Penerima
Peluncuran resmi Kartu Huma Betang Sejahtera dijadwalkan pada 20 Februari 2026. Pada tahap awal tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau sekitar 130 ribu Kartu Keluarga di seluruh Kalimantan Tengah.
Program ini diharapkan menjadi instrumen pemerataan kesejahteraan dan penguatan pelayanan publik yang tepat sasaran dan berkelanjutan.
(Sya'ban)












