JURNALISME desa merupakan praktik pemberitaan yang menempatkan desa sebagai subjek utama dalam arus informasi publik. Dalam konteks pembangunan daerah, keberadaan media lokal yang konsisten mengangkat isu desa berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran kolektif, transparansi tata kelola, dan penguatan partisipasi masyarakat.
Artikel ini mengkaji posisi media lokal Berita Sampit dalam lanskap jurnalisme desa di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Dengan pendekatan deskriptif-analitis, tulisan ini menunjukkan bahwa pemberitaan desa yang berkelanjutan tidak hanya berfungsi informatif, tetapi juga memiliki dimensi strategis dalam membangun narasi kebangkitan dari pinggiran.
Kata kunci: Jurnalisme Desa, Media Lokal, Ruang Publik, Pembangunan Desa, Kotawaringin Timur.
Desa dan Ruang Informasi
Kabupaten Kotawaringin Timur terdiri atas 17 kecamatan dengan 168 desa dan 17 kelurahan. Struktur wilayah ini menunjukkan bahwa desa merupakan fondasi sosial dan administratif daerah. Dengan jumlah penduduk terbesar di Kalimantan Tengah, dinamika pembangunan di Kotim tidak dapat dilepaskan dari kehidupan pedesaan.
Namun, dalam praktik komunikasi publik, desa kerap berada di pinggiran narasi. Media nasional lebih sering mengangkat isu pusat atau perkotaan. Dalam situasi tersebut, media lokal memegang peran strategis sebagai pengisi ruang yang kosong ruang di mana suara desa perlu dihadirkan.
Jurnalisme Desa: dari Informasi ke Kesadaran
Jurnalisme desa bukan sekadar pelaporan kegiatan. Ia adalah praktik komunikasi yang berorientasi pada: Transparansi lokal menghadirkan informasi yang relevan bagi warga desa. Partisipasi publik memberi ruang bagi masyarakat untuk menjadi bagian dari narasi. Kontrol sosial membuka kemungkinan pengawasan terhadap tata kelola desa. Replikasi praktik baik menyebarkan inovasi dan inspirasi antarwilayah. Dalam kerangka ini, jurnalisme desa berfungsi sebagai penguat demokrasi lokal. Ia membangun ruang dialog antara pemerintah desa, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Berita Sampit dan Representasi Desa
Sebagai media lokal daring di Kotawaringin Timur, Berita Sampit secara konsisten memuat rubrik Daerah dan Desa. Keberadaan rubrik tersebut menunjukkan pengakuan bahwa isu pedesaan merupakan bagian penting dari dinamika daerah. Pemberitaan yang muncul umumnya berkaitan dengan:
• Pembangunan infrastruktur desa
• Ketahanan pangan dan pertanian
• Aktivitas kelompok tani dan UMKM
• Kegiatan sosial budaya masyarakat
• Program pemerintah yang menyentuh desa
Dari sisi narasumber, berita menghadirkan kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah kecamatan dan kabupaten. Dalam beberapa kasus, warga desa turut menjadi sumber informasi, menandakan adanya partisipasi langsung dalam produksi narasi. Meski pemberitaan masih dominan bersifat informatif dan belum seluruhnya analitis, konsistensi kehadiran isu desa di ruang media lokal telah membentuk visibilitas baru bagi desa dalam percakapan publik.
Dimensi Strategis: Desa sebagai Subjek Pembangunan
Kehadiran desa dalam arus utama media lokal memiliki implikasi yang lebih luas daripada sekadar distribusi informasi. Ia membentuk persepsi publik bahwa desa adalah ruang strategis pembangunan.
Ketika aktivitas desa diberitakan secara rutin:
• Proses pembangunan menjadi lebih terbuka.
• Warga memperoleh referensi dan pembanding.
• Praktik baik berpotensi direplikasi.
• Kepercayaan publik terhadap tata kelola meningkat.
Dengan kata lain, media lokal berkontribusi terhadap pembentukan kesadaran kolektif. Desa tidak lagi diposisikan sebagai objek kebijakan, melainkan sebagai aktor yang aktif dan memiliki kapasitas.
Kebangkitan dari Pinggiran
Dalam konteks yang lebih luas, jurnalisme desa dapat dipahami sebagai bagian dari proses kebangkitan dari pinggiran. Pinggiran bukan berarti terbelakang, melainkan ruang sosial yang selama ini kurang mendapat sorotan.
Ketika media lokal memberi ruang yang layak bagi desa:
• Pinggiran memperoleh panggung.
• Narasi lokal mendapatkan legitimasi.
• Identitas komunitas diperkuat.
Di sinilah jurnalisme desa menemukan relevansi ideologisnya. Ia bukan sekadar alat informasi, melainkan instrumen penguatan struktur sosial dan demokrasi lokal.
Kesimpulan
Berita Sampit dalam lanskap jurnalisme desa di Kotawaringin Timur menunjukkan bahwa media lokal memiliki peran penting dalam membangun ruang publik pedesaan. Konsistensi pemberitaan isu desa berkontribusi terhadap transparansi, partisipasi, dan pembentukan kesadaran kolektif masyarakat.
Pada akhirnya, kualitas pembangunan desa tidak hanya ditentukan oleh kebijakan dan anggaran, tetapi juga oleh keberadaan sistem informasi yang terbuka dan kontekstual. Ketika desa hadir dalam arus utama informasi daerah, maka pembangunan bergerak dari ruang tertutup menuju ruang bersama. Dari pinggiran itulah kebangkitan menemukan pijakannya.
Penulis: Selamat Purwanto (Pegiat Desa, Agrobis, Pemerhati Sosial dan Budaya)












