SAMPIT – Deretan kasus kematian misterius di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) masih menyisakan luka dan tanda tanya besar. Sejak 2016 hingga 2026, setidaknya sembilan peristiwa kematian dengan indikasi kekerasan belum menemukan titik terang. Hingga kini, seluruh kasus tersebut belum berhasil diungkap secara tuntas oleh Polres Kotim.
Berikut adalah sembilan kasus yang masih belum menemui titik terang:
1. Januari 2016: Saprudiansyah alias Udin ditemukan tewas di Jalan Kapuas, Kecamatan Baamang. Kasus ini diduga kuat merupakan pembunuhan yang melibatkan adik korban sendiri, namun penyelesaian hukumnya tak kunjung jelas.
2. Agustus 2016: Aliansyah ditemukan tewas di Gang Rahim 4, Jalan Iskandar, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Identitas pelaku dan motif pembunuhan masih sama sekali belum terungkap.
3. September 2016: Edmondus, seorang satpam perkebunan kelapa sawit, menjadi korban penembakan di Desa Gunung Makmur, Kecamatan Antang Kalang. Kasus penembakan ini hingga saat ini belum berhasil diurai.
4. Februari 2022: Hotma Hutahuruk, pegawai RSUD dr Murjani Sampit, ditemukan tewas dengan sejumlah luka di tubuhnya di Jalan Pelita Barat, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Penyebab dan pelaku kematiannya masih misterius.
5. Agustus 2022: Wahab, seorang nelayan dari Desa Satiruk, Kecamatan Pulau Hanaut, juga ditemukan meninggal dengan luka-luka di tubuhnya. Kasus kematiannya belum dituntaskan oleh penyidik.
6. September 2022: Lina alias Anggel ditemukan tewas di Taman Kota Sampit. Diduga kuat ia menjadi korban pembunuhan, namun investigasi kasus ini seakan tidak menunjukkan perkembangan.
7. Oktober 2023: Andi Abdul Haris ditemukan meninggal di dalam parit yang ada di Jalan Cristopel Mihing. Kondisi dan penyebab kematiannya belum diumumkan secara jelas kepada publik.
8. November 2024: Ansyori Muslim, diduga kuat akibat pengeroyokan atau penganiayaan. Korban dilaporkan sempat tak sadarkan diri selama seminggu dan menderita luka-luka di kepala, pelipis, dan tangan sebelum akhirnya meninggal dunia. Dalam kasus ini, sempat ditetapkan satu orang tersangka berinisial SA. Namun, SA dibebaskan karena habis masa tahannya dan kasus tersebut kembali stak di Penyidik.
9. Juni 2025: Barlan, karyawan PT Agro Wana Lestari (AWL), ditemukan tewas dalam keadaan tidak wajar di areal kebun warga, Desa Tanah Haluan, Kecamatan Bukit Santuai. Korban yang dilaporkan hilang selama lima hari itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan, tubuh utuh namun wajahnya tinggal tulang belulang. Kematiannya juga masih dalam penyelidikan.
Akumulasi kasus-kasus yang tidak terselesaikan ini menimbulkan pertanyaan publik tentang efektivitas penyelidikan dan penegakan hukum di wilayah Kotim.
Dengan masih banyaknya kasus menggantung, harapan untuk keadilan dan kepastian hukum bagi korban dan keluarga di Kotim masih menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi institusi kepolisian.
(Utomo)












