SAMPIT – Sebuah truk tangki bermuatan minyak kelapa sawit mentah (CPO) milik CV Dua Putri Lestari ditemukan tanpa sopir dengan kondisi muatan berkurang hampir setengah. Atas kejadian itu, pihak transportir melaporkan dugaan penggelapan ke Polres Kotawaringin Timur (Kotim).
Pemilik unit, H Sugeng Lestariono, mengatakan truk tersebut sebelumnya mengangkut CPO seberat 8.350 kilogram dari PT KMA di Jalan Jenderal Sudirman menuju PT Sukajadi Sawit Mekar di Desa Bagendang pada Kamis 5 Februari 2026.
Namun hingga keesokan harinya, truk dan sopir bernama Marinus Maramba Jara (39) asal Sumba tidak kunjung tiba di lokasi tujuan. Kecurigaan pun muncul setelah kendaraan tersebut tak dapat dihubungi.
“Setelah dicek melalui GPS, posisi terakhir truk berhenti di Jalan Jenderal Sudirman Km 13 sejak Jumat dini hari,” ujar Sugeng saat membuat laporan di Polres Kotim, Senin malam 9 Februari 2026.
Berdasarkan data pelacakan, truk sempat berhenti di beberapa titik, di antaranya kawasan Taman Makam Pahlawan dan Jalan Mohammad Hatta, sebelum kembali berhenti di Km 13. Saat didatangi, truk ditemukan terparkir di bahu jalan tanpa sopir.
Setelah dilakukan pemeriksaan dan penimbangan ulang di PT KMA, diketahui muatan CPO berkurang sekitar 4.210 kilogram. Akibatnya, pihak transportir mengalami kerugian yang ditaksir mencapai Rp63.150.000.
“Sopir ini sudah bekerja dengan saya sekitar enam tahun. Karena itu kami kaget dengan kejadian ini,” tambah Sugeng.
Saat didatangi oleh Aan, anak pelapor dan salah satu karyawannya bernama Sopyan, truk tangki tersebut terlihat terparkir di bahu jalan tanpa ada satu orang pun disekitarnya. Saat diperiksa, CPO yang memenuhi tangki tersebut sudah berkurang setengah.
”Kami berkoordinasi lagi dengan PT KMA, lalu truk itu kami bawa ke perusahaan untuk ditimbang ulang. Ternyata CPO nya sudah hilang sekitar 4.210 kilogram. Sopirnya ini padahal sudah 6 tahun ikut kerja dengan saya. Malam ini baru buat laporan, besok pagi, saya dan saksi akan dimintai keterangan oleh penyidik,” beber pria murah senyum ini.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polres Kotim dan saat ini dalam penanganan pihak kepolisian. Pelapor bersama sejumlah saksi dijadwalkan akan dimintai keterangan oleh penyidik untuk proses lebih lanjut.
(Jimmy)












