Pemasangan PJU Kapten Mulyono Bakal Dikerjakan Triwulan Ketiga 2026, Pemkab Siapkan Anggaran Sekitar Rp2 Miliar 

NARDI/BERITASAMPIT - Kepala Dinas Perhubungan Kotim, Raihansyah.

SAMPIT – Dinas Perhubungan (Kotim) menyiapkan proyek strategis pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada tahun 2026. Salah satu fokus utama berada di ruas Jalan Kapten Mulyono Sampit, yang selama ini dinilai membutuhkan tambahan penerangan demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

“Pemasangan PJU di Jalan Kapten Mulyono direncanakan dari Simpang MT Haryono hingga pertigaan Jalan Lingkar Selatan dengan proyeksi anggaran sekitar Rp2 miliar lebih,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kotim Raihansyah Jumat 13 Februari 2026.

Dirinya berharap tidak ada pemangkasan lagi, supaya proyek ini betul direalisasikan sehingga pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat malam hari.

Dalam tahap perencanaan, Dishub Kotim sempat mempertimbangkan penggunaan PJU tenaga surya. Namun, dari hasil kajian teknis, opsi tersebut dinilai memiliki keterbatasan umur baterai serta risiko perawatan jangka panjang. Bahkan, penyedia PJU surya disebut hanya sanggup memberikan garansi perawatan maksimal empat tahun.

“Setelah itu, tanggung jawab perbaikan ada di kami. Bisa saja aki, panel, atau baterainya rusak, bahkan berisiko dicuri. Dari sisi anggaran juga lebih mahal, itu pertimbangan teknisnya,” jelas Raihansyah.

Akhirnya, pemerintah memutuskan menggunakan PJU listrik PLN dengan estimasi anggaran sekitar Rp2 miliar lebih. Angka ini lebih rendah dibandingkan proyeksi awal PJU tenaga surya yang mencapai sekitar Rp3 miliar yang memang lebih mahal.

“Kalau PJU biasa, perawatannya relatif sederhana. Kerusakan umumnya hanya ganti bohlam,” tambahnya.

Rencananya, akan dipasang sebanyak 82 tiang PJU di satu sisi jalan, dengan jarak antar tiang sekitar 40 hingga 50 meter. Tahapan perencanaan dijadwalkan pada triwulan II, sementara pelaksanaan fisik ditargetkan berlangsung pada triwulan III atau sekitar Juli hingga September 2026.

baca juga ...  Pasar Mangkikit Mangkrak 10 Tahun, Pengamat Hukum Desak Audit Menyeluruh

Untuk biaya operasional listrik, Dishub Kotim memperkirakan besaran yang hampir setara dengan PJU di Jalan Pramuka–Pemuda, yakni sekitar Rp10–15 juta per bulan untuk kurang lebih 80 tiang. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!