Bermodal Nekat dan Cangkul, Firdaus Buka Akses Jalan Menuju Pantai Indah

Jalan yang dibuka Firdaus tembus ke Pantai yang masih alami dan indah. 

Oleh: Enny Chorniawati – Sukamara 

DI SUDUT KUALA JELAI yang tenang, ada kisah tentang ketekunan dan harapan yang tumbuh dari tangan seorang penggali kubur. Firdaus (50), warga setempat yang sehari-hari mencari nafkah dengan menggali liang lahat, tak pernah menyangka jalan kecil yang ia buka seorang diri akan mengubah banyak hal.

Daut—begitu ia akrab disapa—juga mengabdikan diri sebagai anggota linmas. Namun beberapa waktu lalu, hari-harinya terasa lebih berat dari biasanya. Pekerjaan sepi, sementara istrinya, Fatimah, terbaring sakit di rumah. Pikiran bercampur antara cemas dan jenuh karena tak ada penghasilan.

“Waktu itu saya pusing, tidak ada kerjaan. Istri juga lagi sakit. Jadi daripada diam saja, saya mulai babat semak untuk buka jalan ke kuburan,” tuturnya pelan.

Akses menuju tempat pemakaman umum memang sulit dilalui. Jalan setapak itu berupa rawa yang becek dan licin saat hujan. Firdaus sadar, membabat semak saja tidak cukup. Ia membutuhkan material untuk menimbun agar jalan bisa dilalui.

Dengan uang seadanya, ia merogoh kocek sekitar Rp500 ribu untuk ongkos angkut pasir. Pasir itu ia peroleh dari sisa pembangunan Puskesmas Jelai, diangkut menggunakan tosa milik seorang teman yang bersedia membantu. Selebihnya, tenaga dan waktu ia curahkan sendiri.

“Saya habiskan Rp500 ribu buat ongkos angkut pasir. Selebihnya tenaga saya sendiri. Karena sudah tanggung, tinggal sedikit lagi tembus ke arah pantai, sekalian saja saya buka,” katanya.

Firdaus

Tak disangka, jalan yang awalnya ia buka demi mempermudah akses ke kuburan justru tembus ke hamparan pantai yang indah dan masih alami. Warga yang mengetahui hal itu mulai berdatangan. 

Mereka menyebut jalan dan pantai tersebut dengan nama “Firdaus-Fatimah”, sebagai bentuk penghargaan atas jerih payahnya sekaligus doa untuk kesembuhan sang istri.

baca juga ...  Kejaksaan Sukamara Akan Selidiki Molornya Pengerjaan Gedung Baru Puskesmas Jelai  

Kisah itu pun sampai ke telinga Bupati , Masduki. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif yang dilakukan Firdaus.

“Apa yang dilakukan Pak Firdaus adalah bentuk kepedulian dan semangat gotong royong yang patut kita hargai. Pemerintah daerah tentu akan terus mendukung upaya-upaya positif seperti ini,” ujar Masduki.

Bagi Firdaus, jalan itu bukan sekadar akses tanah yang dibuka dari rawa. Ia adalah simbol ikhtiar di tengah kesulitan, bukti bahwa dari rasa putus asa bisa lahir harapan, bahkan sebuah pantai yang kini menjadi kebanggaan warga. (*)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!