SAMPIT – Di tengah proses pemeriksaan terhadap SPBE PT Niaga Jaya Makmur di Pelangsian, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memastikan distribusi elpiji 3 kilogram bersubsidi kepada masyarakat tetap berjalan normal.
Sebelumnya, aparat memasang garis polisi pada dua dari total 12 nozzle pengisian di SPBE tersebut karena dugaan ketidaksesuaian takaran. Meski dua mesin dihentikan sementara, 10 nozzle lainnya masih beroperasi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan pihaknya menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan aparat.
“Kami menghormati proses pemeriksaan yang dilakukan oleh Polda Kalteng dan Disperindag sebagai bagian dari penguatan pengawasan distribusi elpiji bersubsidi. Dua UFM yang terindikasi langsung dihentikan operasionalnya dan saat ini menunggu proses pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, operasional SPBE tetap berjalan normal menggunakan unit lainnya sehingga pasokan elpiji 3 kg kepada masyarakat tidak terganggu,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin 16 Februari 2026.
Ia menambahkan, koordinasi terus dilakukan antara Pertamina, pengelola SPBE, dan aparat penegak hukum guna mendukung kelancaran proses pemeriksaan.
“Pertamina berkomitmen memastikan setiap proses pengisian elpiji 3 kg sesuai standar teknis dan ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat temuan di lapangan, kami akan menindaklanjuti secara cepat dan melakukan perbaikan yang diperlukan demi menjaga kualitas dan kuantitas elpiji yang diterima masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, dengan masih beroperasinya unit pengisian lainnya, tidak ada pengalihan distribusi ke SPBE lain di wilayah tersebut. Pertamina juga mengimbau masyarakat agar membeli elpiji 3 kilogram di pangkalan atau lembaga penyalur resmi untuk menjamin kualitas dan keamanan produk.
Namun di sisi lain, menjelang Ramadan, sejumlah warga di Kota Sampit mengaku tetap merasakan dampak di lapangan. Harga elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer disebut mencapai Rp30 ribu hingga Rp40 ribu per tabung. Selain harga yang melonjak, warga juga mengeluhkan gas yang dinilai cepat habis dan diduga tidak terisi penuh 3 kilogram.
Keluhan tersebut muncul bersamaan dengan mencuatnya dugaan pengisian di bawah standar di SPBE PT Niaga Jaya Makmur. Aparat sebelumnya menemukan tabung dengan berat isi berkisar antara 2,6 hingga 2,8 kilogram.
Meski distribusi secara resmi dinyatakan tidak terganggu, masyarakat berharap pengawasan diperketat agar harga tetap terkendali dan isi tabung benar-benar sesuai standar, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga saat bulan suci Ramadan.
(Jimmy)












