PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Muhammad Reza Prabowo, menyatakan rencana pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Kotawaringin Barat diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect), khususnya dengan dukungan potensi kawasan Taman Nasional Tanjung Puting.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Stella Christie, dalam kunjungan peninjauan lokasi calon pembangunan Sekolah Unggul Garuda di Kabupaten Kotawaringin Barat, Jumat, 13 Februari 2026.
Dalam sambutannya, Reza menjelaskan bahwa kehadirannya merupakan mandat langsung dari Gubernur Kalteng untuk memastikan kesiapan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan sekolah unggulan tersebut.
Ia mengatakan, lahan yang ditinjau merupakan hasil komunikasi intensif antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
“Tanah ini memang telah disiapkan dan saat ini sedang dalam proses hibah dari kepemilikan pribadi kepada Pemerintah Provinsi. Harapannya, apabila semua proses berjalan baik, nantinya dapat diteruskan hingga dihibahkan kepada Kementerian Pendidikan Tinggi untuk pembangunan Sekolah Unggul Garuda,” ujar Reza.
Menurutnya, lokasi yang direncanakan sangat strategis, baik dari sisi aksesibilitas maupun stabilitas wilayah. Selain itu, dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat, termasuk komitmen bupati setempat, semakin memperkuat optimisme pembangunan sekolah unggulan tersebut.
Reza juga menyoroti keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting sebagai salah satu keunggulan utama wilayah tersebut. Kawasan konservasi yang telah dikenal hingga tingkat internasional itu dinilai mampu memberikan multiplier effect bagi pengembangan pendidikan dan penelitian.
“Keberadaan Taman Nasional Tanjung Puting menjadi nilai tambah yang sangat besar. Ini bisa menjadi laboratorium alam bagi para siswa dan peneliti, sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Tengah sebagai pusat pendidikan dan penelitian berbasis potensi daerah,” tambahnya.
Ia menilai, keberadaan sekolah unggulan yang berdekatan dengan kawasan konservasi dapat membuka peluang kolaborasi riset, pengembangan ilmu pengetahuan, serta meningkatkan daya tarik Kalimantan Tengah di tingkat nasional maupun internasional.
Selain itu, pembangunan Sekolah Unggul Garuda diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan sumber daya manusia unggul di Kalimantan Tengah, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu kawasan strategis dalam pengembangan pendidikan berbasis potensi lokal.
(Sya'ban)












