Dewan Dorong Aparat Tingkatkan Patroli Cegah Balap Liar selama Ramadan

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota DPRD Kotim Riskon Fabiansyah.

SAMPIT – Anggota DPRD (Kotim) Riskon Fabiansyah mendorong aparat kepolisian agar meningkatkan patroli rutin terutama selama bulan Ramadan guna mencegah kembali maraknya aktivitas balap liar yang meresahkan masyarakat.

Riskon menilai, aksi balap liar yang kerap dilakukan kalangan remaja bukan hanya melanggar aturan lalu lintas, tetapi juga membahayakan keselamatan pelaku serta pengguna jalan lainnya. Risiko kecelakaan dinilai sangat tinggi, terlebih jika dilakukan di kawasan publik.

“Kami sangat menyayangkan terjadinya balap liar beberapa hari lalu, apalagi lokasinya berada di kawasan ruang terbuka yang seharusnya aman dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Riskon, Rabu 18 Februari 2026.

Ia menegaskan, kawasan Taman Kota Sampit bukan diperuntukkan sebagai arena kebut-kebutan kendaraan bermotor. Area tersebut dibangun sebagai ruang rekreasi, ringan, serta tempat berkumpul warga Sampit.

Lokasi Jalan Tjilik Riwut kawasan Nur Mentaya juga kerap menjadi aksi balap liar, jam seperti tengah malam, menjelang sahur atau sesudah sahur juga rawan terjadinya aksi balap liar.

Menurutnya, apabila balap liar terus dibiarkan, bukan tidak mungkin akan menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan. Dampak kecelakaan di ruang publik bisa merugikan banyak pihak dan mencoreng fungsi taman kota sebagai ruang aman masyarakat.

Politisi Golkar ini turut mengapresiasi langkah cepat Kepolisian Republik Indonesia yang telah menindaklanjuti laporan warga terkait aktivitas balap liar. Namun demikian, ia berharap patroli tidak bersifat insidental semata.

“Kami berharap patroli bisa dilakukan secara rutin, terutama pada jam-jam rawan selama Ramadan yang sering dimanfaatkan untuk balap liar, seperti malam hingga menjelang sahur,” jelasnya.

Wakil Ketua Komisi III ini juga menyinggung belum optimalnya fasilitas sirkuit balap motor di Jenderal Sudirman Km6 yang sebelumnya digadang-gadang menjadi wadah resmi penyaluran hobi dan bakat generasi muda. Pada periode sebelumnya, fasilitas tersebut ditargetkan bisa digunakan sejak 2021.

baca juga ...  Dewan Pertanyakan SOP Kegawatdaruratan yang Diterapkan RSUD dr Murjani Sampit

Namun hingga kini, sirkuit tersebut belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena masih menghadapi sejumlah kendala, salah satunya terkait status lahan yang belum sepenuhnya clean and clear. Kondisi ini dinilai turut memicu sebagian remaja mencari lokasi alternatif yang tidak semestinya.

Selain peningkatan patroli, Riskon mendorong aparat penegak agar menindak tegas pelaku balap liar sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menilai penegakan harus dibarengi dengan pembinaan agar memberikan efek jera.

Bahkan, menurutnya, tidak menutup kemungkinan pelaku yang terjaring diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui media sosial, sebagai bentuk tanggung jawab moral sekaligus publik.

“Harapannya, kejadian seperti ini tidak terulang lagi, apalagi di bulan Ramadan. Jangan sampai video viral justru memancing aksi yang lebih berbahaya,” pungkasnya. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!