JAKARTA – Suasana penuh sukacita dan kehangatan kekeluargaan mewarnai acara Syukuran dan Tahun Baru Pomparan Puruba Manurung Se-Jabodetabek.
Perhelatan yang digelar pada Senin, 16 Februari 2026, di Kuliner Diori, Jakarta ini menjadi momentum krusial untuk mempererat tali persaudaraan antaranggota keluarga besar yang berdomisili di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.
Ibadah Syukur: Hidup Rukun dalam Kasih
Acara dimulai dengan ibadah bersama sebagai bentuk syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun. Mengangkat tema dari Mazmur 133:1, “Sungguh alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun,” ibadah ini dipimpin oleh Pdt. Renova J. Sitorus, STh., yang merupakan Pendeta Resort HKBP Jati Asih – Bekasi sekaligus bagian dari keluarga besar Pomparan Puruba Manurung.
Dalam khotbahnya, Pdt. Renova menekankan pentingnya menjaga persatuan, kesehatan, serta keharmonisan keluarga sebagai fondasi utama dalam menjalani tahun 2026.
Liber Manurung, SH, selaku Penasehat sekaligus Ketua Panitia, melaporkan antusiasme yang luar biasa dari para anggota.
Dari 28 Kepala Keluarga (KK) yang terdata di Jabodetabek, sebanyak 23 KK (86 persen) hadir secara langsung. Ia menyampaikan terima kasih kepada para donatur, pihak Kuliner Diori, serta pengisi acara (Allex Siagian, Vera Sidaruk, dan tim) yang menyukseskan acara.
“Mari kita menjunjung tinggi kejujuran dan berkata benar dalam kehidupan sebagai satu keluarga besar,” tegas Liber Manurung.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh-tokoh penting keluarga yang memberikan sambutan inspiratif.
Kombes Pol. Purn. Drs. Mustar Manurung, SH, MH selaku Ketua Punguan Raja Palubis Sejabodetabek, mengajak seluruh anggota untuk saling membantu dan mengandalkan Tuhan. “Pomparan Puruba memiliki potensi luar biasa di berbagai bidang. Semoga kita semakin solid dan diberkati,” ujarnya.
Sementara itu Tamba Manurung sekaku Pembina Punguan mengharapkan agar momentum ini membuat persaudaraan semakin kokoh dan kompak di setiap langkah kehidupan.
Drs. Mansur Sirait bertindak sebagai perwakilan Boru juga menekankan pentingnya dokumentasi silsilah (tarombo) mulai tahun 2026 agar generasi mendatang tetap mengenal asal-usulnya.
Terpisah Hotman Siagian, yang mewakili Bere/Ibebere/Pahompu) juga engapresiasi kehadiran para orang tua dan dukungan dari rekan sejawat hingga dari Sampit, Kalteng. Ia mengingatkan kembali filosofi Dalihan Na Tolu: Somba Marhula-hula, Manat mardongan tubu, Elek marboru.
Keseruan acara memuncak saat sesi hiburan yang menampilkan seni budaya, musik, dan tarian khas Batak (Manortor). Kehadiran lintas generasi dari anak-anak hingga orang tua membuktikan bahwa nilai-nilai budaya tetap terjaga kuat meskipun hidup di perantauan.
Acara ditutup dengan doa bersama, membawa harapan agar seluruh keluarga besar Pomparan Puruba Manurung, baik yang di Jabodetabek, di Bona Pasogit (kampung halaman), maupun di seluruh Indonesia, senantiasa diberikan kesehatan dan kesuksesan di tahun yang baru.(im)












