UPR Ikuti Sakura Science Program di Jepang, Bahas Kolaborasi Riset Gambut

IST/BERITASAMPIT - Rektor UPR Prof. Dr. Ir. Salampak, M.S. saat pertemuan resmi dan penandatanganan kerja sama dalam rangka Sakura Science Program di Universitas Kitakyushu, Jepang, awal Februari 2026.

– Universitas (UPR) mengikuti Sakura Science Program yang dilaksanakan di Universitas Kitakyushu, Jepang, pada 1–7 Februari 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan jejaring akademik luar negeri, khususnya di bidang riset lingkungan dan pengelolaan gambut tropika.

Dalam kesempatan itu, dilakukan pula penandatanganan perjanjian kerja sama antara Unit Penunjang Akademik Pengelolaan Lahan Gambut (CIMTROP) UPR yang diwakili Adi Jaya dengan Department of Life Science and Biotechnology, Faculty of Environmental Engineering Universitas Kitakyushu.

Sebanyak tujuh mahasiswa UPR dari berbagai fakultas terlibat dalam program tersebut. Mereka mengikuti perkuliahan tematik, kunjungan laboratorium, diskusi ilmiah, hingga presentasi poster penelitian.

Program yang sama juga diikuti mahasiswa dari Universitas Kristen Satya Wacana, Institut Teknologi Bandung, dan Universitas Tarumanagara.

Delegasi mahasiswa UPR didampingi Dr. Kitso Kusin dan Dr. Ir. Adi Jaya, M.Si. Selain mendampingi kegiatan akademik, keduanya turut melakukan pembahasan lanjutan mengenai peluang kolaborasi riset dan kerja sama kelembagaan.

Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, bersama Ketua LPPM UPR, Dr. Ir. Evi Veronica Pahu, juga hadir dalam kunjungan tersebut. Keduanya mengikuti pertemuan resmi dengan Presiden Universitas Kitakyushu, Masato Yanai, guna membahas kelanjutan program dan skema kolaborasi berikutnya.

Adi Jaya menyampaikan, berdasarkan evaluasi dari pihak Universitas Kitakyushu, pelaksanaan Sakura Science Program berjalan baik dan mendapat apresiasi karena melibatkan empat universitas dari Indonesia, termasuk UPR.

“Mahasiswa dapat melihat langsung praktik laboratorium dan pola kolaborasi riset yang berbeda, sekaligus mempresentasikan hasil penelitian mereka di forum ,”ucapnya Jumat 20 Februari 2026.

Ketua LPPM UPR, Evi Veronica Pahu, menyebut sejumlah poin yang disepakati dalam pertemuan tersebut mencakup keberlanjutan Sakura Science Program, rencana Kuliah Kerja Nyata , serta pertukaran staf pengajar dan peneliti antar institusi.

“Kerja sama tersebut juga diarahkan pada riset bersama terkait dinamika ekosistem gambut tropika, pengembangan teknologi pemantauan lingkungan, serta publikasi ilmiah kolaboratif. Fokusnya tidak hanya pada pertukaran mahasiswa, tetapi juga pada penguatan riset bersama yang terukur,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  DPRD Katingan Dorong UMKM Desa Mudah Urus Izin, Pemkab Siap Bantu!
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!