Keluarga Korban Pembunuhan di Telaga Antang Serahkan Semua Keputusan kepada Pihak Berwajib

UTOMO/BERITA SAMPIT - Anak korban pembunuhan di Agung Mulya, Kecamatan Telaga Antang, Kotim, Kelin (28) saat meninggalkan ruangan persidangan usai menjadi saksi.

SAMPIT – Kelin (28), anak dari korban pembunuhan, Abey, angkat bicara terkait pembunuhan berdarah yang menimpa ayahnya, di Agung Mulya, Kecamatan Telaga Antang, Kabupaten Timur (Kotim). Ia bersama keluarga menyerahkan semua proses kepada pihak berwajib meskipun pelaku merupakan adik kandungnya sendiri.

Dalam persidangan di Pengadilan Negeri Sampit, Kelin mengaku mengetahui nahas itu setelah mendengar kabar dari warga. yang terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Apel, Agung Mulya itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.

“Saya tidak tega melihat mayat ayah saya yang sudah dibungkus dan dimasukan ambulans untuk dibawa ke puskesmas saat itu,” kata Kelin pada Senin 23 Februari 2026.

Kelin menjelaskan, mayat ayahnya yang penuh luka akibat sabetan parang dibawa ke puskesmas untuk di jahit sebelum dimakamkan. Ironisnya saat memandikan jenazah ia menyebut otak ayahnya masih keluar akibat luka bacokan yang sangat besar di kepala.

“Suami saya yang memandikan. Kami memang menolak untuk dilakukan autopsi karena menurut kepercayaan kami umat Hindu Kaharingan tidak sembarangan,” ungkapnya dihadapan majelis hakim.

Dihadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) ia mengaku, meski menjadi keluarga korban sekaligus kakak pelaku, Kelin memilih jalan tengah dengan menyerahkan sepenuhnya proses kepada pengadilan.

“Biarkan dia menyesali perbuatannya dan menjalani hukuman. Kami menyerahkan semuanya kepada pengadilan, berapapun lamanya kami terima,” tegasnya.

Kelin berharap proses berjalan sebagaimana mestinya dan keluarga diberikan kekuatan untuk menerima kenyataan pahit ini. Persidangan sendiri masih akan berlanjut dengan agenda pemeriksaan terdakwa dan pembacaan tuntutan.

Diberitakan sebelumnya bahwa terdakwa, Joni mengaku khilaf usai menghabisi nyawa ayahnya ia menyerahkan diri ke rumah Bhabinkamtibmas yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian sembari membawa barang bukti sebilah parang yang ia gunakan untuk menghabisi nyawa ayahnya.

(Utomo)

baca juga ...  Ditpolairud Polda Kalteng Salurkan Pangan Murah Sampai Pedalaman Desa via Kapal Patroli
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!