SAMPIT – Penanganan kasus hilangnya sopir dan ribuan kilogram crude palm oil (CPO) milik CV Dua Putri Lestari terus bergulir. Kali ini, bukan hanya pelapor dan saksi yang kembali dipanggil, namun pemilik utama perusahaan turut dimintai keterangan oleh penyidik Satreskrim Polres Kotawaringin Timur (Kotim).
Pemanggilan tersebut dilakukan untuk memperkuat rangkaian penyelidikan terkait raibnya sopir berinisial MMJ bersama muatan CPO yang seharusnya dikirim dari PT KMA di Jalan Jenderal Sudirman menuju PT Sukajadi Sawit Mekar di Desa Bagendang.
Pelapor, H Sugeng Lestariono, mengungkapkan bahwa dirinya dihubungi langsung oleh Kepala Unit (Kanit) penyidik untuk hadir bersama saksi dan pemilik CV.
“Kami diminta datang jam 9 pagi, tapi diundur jadi jam 10 karena Kanit sedang berduka. Meski saya sudah diberi kuasa dan merupakan pemilik unit, pemilik utama CV tetap dipanggil untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Selasa 24 Februari 2026.
Selama kurang lebih dua jam, ketiganya menjalani pemeriksaan di ruang Unit IV Satreskrim. Sekitar 20 pertanyaan diajukan penyidik, sebagian besar masih berkaitan dengan kronologi awal kejadian dan alur pengiriman CPO.
Pemeriksaan lanjutan ini menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih mendalami setiap detail sebelum menyimpulkan arah kasus. Terlebih, hingga kini sopir yang dilaporkan menghilang sejak Jumat 6 Februari 2026 belum diketahui keberadaannya.
Sugeng berharap penyidik segera menemukan titik terang, khususnya terkait keberadaan MMJ.
“Kalau memang terbukti menjual CPO ke pengepul ilegal, saya minta diproses sesuai hukum. Dan saya juga berharap aparat memeriksa lapak yang diduga menjadi lokasi transaksi,” tegasnya.
Sementara itu, penyidik dijadwalkan kembali memanggil karyawan CV sebagai saksi tambahan. Karyawan tersebut sebelumnya ikut mengecek truk tangki CPO yang ditemukan terparkir di bahu Jalan Jenderal Sudirman Km 13, Sampit.
Kapolres Kotim, AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, menegaskan bahwa pihaknya masih fokus pada pengumpulan keterangan dan barang bukti.
“Kasus ini masih kami dalami. Kami terus memintai keterangan dari pelapor, saksi hingga pemilik CV untuk kepentingan penyelidikan. Fokus kami saat ini adalah mencari keberadaan sopir. Semoga segera ada petunjuk agar kasus ini cepat terungkap,” ujarnya.
Hingga kini, misteri hilangnya sopir dan ribuan kilogram CPO tersebut masih menjadi tanda tanya, sementara penyidik terus menelusuri kemungkinan adanya praktik penjualan ilegal di balik peristiwa itu.
(Jimmy)












