Kalteng All Out Cegah Karhutla, Empat Armada Udara Disiagakan

IST/BERITASAMPIT - Pesawat Bell 206 L3/PK-FBH disiagakan untuk mendukung patroli udara pada Operasi Siaga Darurat Karhutla di , Selasa, 28 Juli 2026.

– Sebanyak empat armada udara dikerahkan dalam Operasi Siaga Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di (Kalteng), Selasa, 28 Juli 2026.

Kepala Pelaksana BPB-PK Kalteng, Ahmad Toyib, mengatakan operasi siaga darurat dilaksanakan secara terpadu sebagai bentuk kesiapsiagaan pemerintah menghadapi potensi Karhutla selama musim kemarau.

Menurutnya, sinergi seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas), baik di darat maupun di udara, menjadi kunci agar setiap kejadian dapat ditangani dengan cepat sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

“Kami terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang dimiliki, mulai dari patroli udara, operasi water bombing, pemadaman darat, hingga upaya pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa.

Ia menegaskan, penanganan Karhutla tidak hanya berfokus pada upaya pemadaman, tetapi juga mengedepankan langkah-langkah pencegahan untuk meminimalkan risiko kebakaran sejak dini.

Dalam operasi tersebut, pesawat Bell 206 L3/PK-FBH dan Grand Caravan Cessna 208B-EX/PK-FPU bertugas melakukan patroli udara untuk memantau titik api dan potensi kebakaran berdasarkan kebutuhan Satgas Darat dan Tim Perencanaan.

Sementara itu, helikopter SA330J Puma/N-814AR dan Sikorsky EH-60A Blackhawk/ZK-HKU disiagakan untuk melaksanakan operasi water bombing apabila ditemukan kebakaran.

Selain mengerahkan armada udara, Satgas juga menurunkan 15 regu pemadaman yang ditempatkan di Tumbang Nusa, Kelurahan Kameloh Baru, dan Pos Komando, masing-masing lima regu.

Sebanyak 20 regu gabungan turut diterjunkan di kawasan Tumbang Nusa untuk melanjutkan normalisasi saluran kanal sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran hingga ke jalan raya.

Ahmad mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api atau indikasi kebakaran.

Menurutnya, keberhasilan pengendalian Karhutla merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat.

“Kami berharap dengan komitmen dan kepedulian bersama, Kalteng tetap terjaga dari ancaman Karhutla sehingga masyarakat, kelestarian lingkungan, dan aktivitas perekonomian tetap terjaga,” pungkas Ahmad.

(Sya'ban)

baca juga ...  Pulang Pisau Catat Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Terendah di Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!