LAMANDAU – Pemerintah Kabupaten Lamandau menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional Idul Fitri 1447 H/2026 M.
Kegiatan tersebut digelar sebagai langkah konkret pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat, khususnya keluarga prasejahtera.
Sambutan Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra dibacakan oleh Asisten Administrasi Umum Setda Lamandau, Friaraiyatini. Dalam sambutannya ditegaskan bahwa pangan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dijamin ketersediaan dan keterjangkauannya.
“Pemerintah berkewajiban menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemenuhan konsumsi pangan yang cukup, aman, serta bergizi,” dalam sambutannya. Selasa 3 Maret 2026.
Disebutkan, menjelang hari besar keagamaan, permintaan bahan pangan strategis biasanya meningkat dan berpotensi memicu kenaikan harga.
Karena itu, Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu strategi Pemkab Lamandau dalam menjaga stabilitas harga di pasaran.
Dalam kegiatan ini, pemerintah menyediakan tujuh komoditas strategis dengan harga subsidi antara 5 hingga 35 persen dari Harga Eceran Tertinggi (HET) pasar Kabupaten Lamandau. Komoditas tersebut meliputi beras premium, telur ayam, gula pasir, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai.
Upaya ini dilakukan melalui kerja sama dengan distributor serta pelaku usaha lokal guna memastikan rantai pasok tetap lancar menjelang Lebaran.
Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga disebut sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah dan mendorong stabilitas ekonomi lokal.
“Gerakan Pangan Murah ini bukan sekadar menjual bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketahanan pangan daerah dan memperkuat daya beli masyarakat,” lanjut sambutan tersebut.
Pemkab Lamandau berharap kegiatan ini dapat dimanfaatkan masyarakat secara optimal serta memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga menjelang Idul Fitri.
Rizky juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat kolaborasi demi kesejahteraan bersama. (andre)












