DPRD Kalteng Minta Masyarakat Optimalkan Lahan Tidur Jadi Sektor Produktif

IST/BERITA SAMPIT - Ilustrasi lahan produktif.

– Anggota Komisi I (Kalteng), Purdiono, mendorong masyarakat untuk lebih aktif dan cerdas dalam mengelola aset lahan agar tetap produktif dan memiliki nilai ekonomis. Ia menilai, pemanfaatan lahan yang optimal akan berkontribusi langsung pada kesejahteraan warga sekaligus pendapatan daerah.

Purdiono menegaskan bahwa optimalisasi lahan merupakan bagian krusial dalam penguatan ekonomi lokal. Menurutnya, pola pengelolaan yang pasif hanya akan menghambat potensi pertumbuhan ekonomi masyarakat itu sendiri.

“Banyak lahan masyarakat yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi belum dikelola secara maksimal. Kalau dibiarkan, tentu tidak ada nilai tambah yang bisa dirasakan,” ujarnya, belum lama ini.

Legislator dari Partai Golkar ini kemudian membandingkan pola pengelolaan aset di Indonesia dengan negara maju seperti Amerika Serikat. Ia menyoroti perbedaan mendasar pada efektivitas pemanfaatan aset, bukan sekadar tingkat kesibukan individu.

“Di sana, semua aset jalan tapi orangnya santai. Kalau di sini, orangnya kerja tapi asetnya tidur,” kata Purdiono.

Ia menekankan bahwa kerja keras masyarakat harus dibarengi dengan manajemen aset yang baik. Oleh karena itu, diperlukan perencanaan, pendampingan, serta dukungan kebijakan agar lahan milik warga bisa beralih menjadi sektor produktif, baik di bidang pertanian, perkebunan, maupun bidang usaha lainnya.

Lebih lanjut, Purdiono mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk memperkuat dan memfasilitasi masyarakat dalam pengelolaan aset. Ia berharap lahan-lahan yang selama ini “tidur” dapat segera diubah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kita ingin aset-aset yang ada benar-benar hidup dan menghasilkan. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya bukan hanya bagi pemilik lahan, tetapi juga bagi perekonomian daerah secara keseluruhan,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  DPRD Seruyan Gelar Dua Paripurna Bahas RPJMD 2025-2029 dan LKPJ Bupati 2024
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!