PALANGKA RAYA – Satu tahun pertama masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Agustiar Sabran dan Edy Pratowo, dinilai menjadi fase krusial konsolidasi pembangunan daerah. Sejumlah program prioritas pun dianggap mulai menunjukkan implementasi yang terukur di lapangan.
Penilaian tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono. Ia melihat adanya kemajuan signifikan dalam menerjemahkan visi-misi kepala daerah ke dalam kebijakan konkret, terutama melalui peluncuran Kartu Huma Betang Sejahtera.
“Kalau kita cermati, arah kebijakan sekarang lebih sistematis. RPJMD tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi benar-benar dijabarkan dalam program kerja yang bisa dirasakan masyarakat,” ujarnya, belum lama ini.
Legislator dari Partai Golkar ini menyebut Kartu Huma Betang Sejahtera sebagai program unggulan yang mencerminkan fokus pemerintah pada penguatan kesejahteraan masyarakat. Program ini dirancang sebagai instrumen perlindungan sosial sekaligus pemberdayaan ekonomi warga.
“Kartu Huma Betang menjadi representasi komitmen kepala daerah untuk menghadirkan kebijakan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Selain aspek program, Purdiono menyoroti peningkatan tata kelola penyaluran bantuan, khususnya pada akurasi pendataan dan validasi penerima manfaat. Menurutnya, validitas data adalah kunci agar program tepat sasaran.
“Kita melihat ada perbaikan signifikan dalam sistem verifikasi. Ini langkah positif agar bantuan tidak salah sasaran dan dapat memberi dampak nyata,” tegasnya.
Purdiono menambahkan bahwa DPRD Kalteng berkomitmen untuk terus mengawal dan mendukung kebijakan pro-rakyat selama dijalankan secara transparan, akuntabel, serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Sinergi antara eksekutif dan legislatif harus terus diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, program strategis seperti Kartu Huma Betang dapat menjadi motor percepatan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah,” pungkasnya.
(Syauqi)












