Dua Kapal Angkut 1.291 Pemudik Tujuan Pulau Jawa dari Pelabuhan Sampit

NARDI/BERITASAMPIT - Penumpang bersiap naik ke kapal di Pelabuhan Sampit saat arus mudik H-9 Idulfitri menuju Pulau Jawa.

SAMPIT – Arus mudik Idulfitri mulai terlihat di Pelabuhan Sampit. Rabu 11 Maret 2026, tercatat lebih dari seribu pemudik diberangkatkan menuju Pulau Jawa menggunakan dua kapal milik Dharma Lautan Utama (DLU). Dua kapal yang berangkat pada hari tersebut yakni KM Kirana III tujuan Surabaya dan KM Dharma Rucitra VI tujuan Semarang.

Manajer DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mengatakan pada keberangkatan hari itu KM Kirana III membawa sebanyak 766 penumpang dengan sekitar 50 unit kendaraan.

Sementara kapal KM Dharma Rucitra VI yang melayani rute Sampit–Semarang mengangkut 525 penumpang dengan 41 unit kendaraan campuran.

“Kalau digabungkan dari dua kapal ini, jumlah penumpang yang berangkat dari Sampit menuju Pulau Jawa hari ini 1291 orang,” kata Kacung Muhadi, Rabu 11 Maret 2026.

Ia menjelaskan, pada periode H-9 menjelang Idulfitri ini masih terdapat dua hari keberangkatan kapal DLU dari Sampit yang akan melayani penumpang hingga mendekati hari raya, yakni pada 15 dan 19 Maret.

Selain itu, pihaknya juga kembali mengingatkan masyarakat agar membeli tiket kapal melalui jalur resmi untuk menghindari penipuan tiket palsu. Pembelian tiket dapat dilakukan melalui aplikasi resmi, website perusahaan maupun langsung di kantor cabang DLU.

“Kita terus mengingatkan dan mengarahkan agar pembelian tiket dilakukan melalui aplikasi resmi, website atau langsung ke kantor kami,” jelasnya.

Ia juga menanggapi alasan sebagian penumpang yang membeli tiket melalui perantara karena tempat tinggal yang jauh dari kota. Menurutnya, hal tersebut tidak lagi menjadi kendala di era digital saat ini.

“Kalau alasannya jauh, sebenarnya bisa lewat website. Selama ada internet dan smartphone, masyarakat bisa langsung mengakses pembelian tiket itu,” tegasnya.

baca juga ...  Diskominfo Kotim Bentuk Forum Literasi Digital dan Keamanan Informasi

Kacung menambahkan, jika ada oknum yang menjual tiket di luar kewenangan perusahaan maka hal tersebut bukan menjadi tanggung jawab DLU. Sistem perusahaan secara otomatis akan menolak tiket yang tidak resmi saat proses check-in dilakukan.

“Kalau ada oknum yang menjual di luar kewenangan DLU, dan ditolak sistem kami saat check-in, itu bukan tanggung jawab kami,” tegasnya lagi.

Kasus tiket palsu yang terjadi pada keberangkatan hari itu diharapkan menjadi pelajaran bagi para calon penumpang agar tidak membeli tiket melalui calo. Tercatat ada tujuh penumpang yang akhirnya membeli tiket kembali, sementara tiga lainnya mencoba mencari tiket tujuan Semarang jika masih tersedia. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!