PALANGKA RAYA – Pelaksana Tugas (Plt) General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, menyampaikan bahwa pergerakan penumpang di bandara tersebut hingga saat ini masih relatif stabil dan belum menunjukkan peningkatan signifikan menjelang arus mudik Lebaran 2026.
“Berdasarkan hasil pemantauan serta data prognosa yang dihimpun bersama pihak maskapai, lonjakan penumpang diperkirakan baru akan terjadi pada pertengahan Maret,” ucapnya, Rabu 11 Maret 2026.
Selain itu untuk trafik penumpang hari ini jika dibandingkan dengan hari sebelumnya masih relatif sama dan belum mengalami kenaikan yang signifikan. Namun, berdasarkan prognosa yang kami susun bersama pihak maskapai, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 17 Maret 2026.
“Pada tanggal tersebut, pergerakan penumpang yang melalui Bandara Tjilik Riwut diperkirakan mencapai sekitar 4.100 orang, baik untuk penerbangan keberangkatan maupun kedatangan di Kalimantan Tengah,” tambahnya.
Tingginya mobilitas masyarakat menjelang Lebaran menjadi salah satu faktor utama meningkatnya trafik penumpang di bandara. Sementara itu, untuk rute penerbangan dengan jumlah peminat tertinggi saat ini adalah rute menuju Surabaya dan Jakarta.
“Rute yang paling banyak diminati masyarakat saat ini adalah Surabaya dan Jakarta. Bahkan hingga saat ini tiket untuk kedua rute tersebut sudah terjual habis, ” lanjutnya.
Kursi penerbangan untuk rute tersebut bahkan sudah tidak tersedia hingga sekitar 27 Maret 2026. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi udara untuk perjalanan menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Pihak bandara pun terus berkoordinasi dengan maskapai guna memastikan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan lancar, aman, dan nyaman selama periode arus mudik Lebaran tahun ini,” ungkapnya. (yud)












