PALANGKA RAYA – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah (Kalteng) menekankan pentingnya bagi Pemerintah Provinsi untuk mulai menggali potensi ekonomi baru. Langkah ini dinilai krusial guna memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mewujudkan kemandirian fiskal.
Anggota Komisi I DPRD Kalteng, Purdiono, menyatakan bahwa ketergantungan daerah terhadap dana transfer dari pemerintah pusat masih sangat tinggi. Menurutnya, situasi ini harus disikapi dengan mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan lokal.
“Kita berharap momentum ini bisa meningkatkan sumber-sumber yang menjadi potensi pemerintah daerah, yaitu berupa peningkatan PAD,” ujar Purdiono, belum lama ini.
Purdiono menjelaskan, struktur pendapatan daerah yang masih didominasi anggaran pusat membuat kemampuan fiskal Kalteng sangat rentan terhadap kebijakan nasional. Jika terjadi pengurangan dana transfer, maka agenda pembangunan di daerah akan langsung terdampak.
“Pemerintahan daerah ini kan tergantung dengan pemerintah pusat. Ketergantungan belanja kita dari sana masih besar,” imbuhnya.
Terkait evaluasi kinerja kepemimpinan Gubernur H. Agustiar Sabran dan Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Purdiono menilai masih terlalu dini untuk memberikan penilaian menyeluruh. Saat ini, DPRD Kalteng masih fokus memantau jalannya berbagai program pembangunan yang sedang berproses.
Ia menegaskan bahwa legislatif tetap memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program yang tertuang dalam visi dan misi kepala daerah, sebagaimana diatur dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Kita tidak bisa mengukur (keberhasilan) sekarang karena masih dalam proses. Namun, kami di DPRD sangat mendukung program sesuai visi Pak Gubernur yang sudah dituangkan di RPJMD,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa seluruh rencana kegiatan telah diakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Hal ini menjadi landasan kuat bagi pemerintah daerah untuk menjalankan agenda pembangunan secara konsisten hingga akhir masa jabatan.
(Syauqi)












